Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ini Bahan Alami Pewarna Kain Sasirangan

Muhammad Helmi • Selasa, 8 November 2022 | 14:17 WIB
PEWARNA ALAM: Contoh bahan alami yang dipakai pengrajin, seperti kayu ulin dan kulit rambutan.
PEWARNA ALAM: Contoh bahan alami yang dipakai pengrajin, seperti kayu ulin dan kulit rambutan.
BANJARMASIN - Prinsipnya tak berbeda jauh dengan pewarnaan alami kain batik. "Untuk menghasilkan warna natural, bisa memakai limbah, tumbuhan, maupun sumber mineral lainnya," jelas Ketua Koperasi Dangsanak Kriya Katupat, Elisa R Suryana.

Limbah yang dimaksud meliputi kulit buah-buahan. Sebut saja seperti kulit secang untuk menghasilkan warna ungu. Kemudian kulit rambutan untuk menghasilkan warna cokelat dan kulit bawang untuk warna kuning.

Limbah lainnya seperti serbuk kayu ulin juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan warna cokelat tua. "Dan kayu tegeran untuk warna kuning," tambah Elisa.

Golongan selanjutnya adalah pewarna dari tumbuhan. Seperti daun jati untuk warna merah, daun indigofera untuk warna biru, dan daun ketapang untuk warna krem.

Sementara warna kuning lain juga bisa didapat dari bubuk kunyit. Jika ingin warna oranye, pengrajin biasa memakai buah gincu.

Kulit pohon tingi juga bisa digunakan untuk mengasilkan warna merah agak jingga dan kulit pohon mahoni untuk warna cokelat.

"Untuk menghasilkan warna tertentu, bahan-bahan di atas juga bisa dikombinasikan. Misal kuning kunyit dan biru indigofera untuk menghasilkan warna hijau," jelasnya.

Bahan lainnya juga bisa diambil dari mineral alami. Seperti kapur, tawas atau pun tunjung. Fungsinya sebagai pengunci warna dari bahan-bahan sebelumnya. "Setelah proses pewarnaan, biasanya difiksasi atau dikunci dengan bahan mineral ini," jelasnya.

Keunggulan warna sasirangan dengan menggunakan bahan di atas biasanya lebih lembut, kalem, tidak setajam sasirangan berpewarna sintetis.

Meski begitu, warna-warna pastel ini justru digandrungi pembeli mancanegara. Karena turis asing cenderung menyukai produk yang ramah lingkungan. Salah satunya seperti sasirangan pewarna alam.

"Peluang bisnisnya bagus sekali, sangat disukai para turis asing," tuntas Elisa. (tia/gr/fud)
Editor : Muhammad Helmi
#banjarmasin #Tahulah Pian