Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tiang Guru Peninggalan Datu di Tapin Punya Cerita Unik

Muhammad Helmi • Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:23 WIB
KAIN KUNING: Tiang ulin yang dikeramatkan warga Desa Batung di Kabupaten Tapin. FOTO: RASIDI FADLY/RADAR BANJARMASIN
KAIN KUNING: Tiang ulin yang dikeramatkan warga Desa Batung di Kabupaten Tapin. FOTO: RASIDI FADLY/RADAR BANJARMASIN
RANTAU - Tiang yang dibungkus kain kuning ini berada di Desa Batung. Desa ini berada di lereng pegunungan Meratus.

Masyarakat sekitar menamainya Tiang Guru. Ada saja peziarah yang datang jauh-jauh untuk melihat tiang dari kayu ulin ini.

Mengacu sejarah, tiang ini ternyata memiliki hubungan dengan Masjid Al Mukarramah di Desa Banua Halat.

Masjid tua yang tersohor dengan tradisi Baayun Maulid setiap bulan Rabiul Awal tiba.

Masnah sudah dua dekade menetap di Desa Batung. Apa hubungannya antara tiang dan masjid itu?

Nenek 60 tahun ini mengutip cerita populer, bahwa di tubuh tiang itu terdapat lubang berbentuk segi empat. "Lubang itu merupakan tempat penyambungan. Artinya ada tiang yang lain," sebutnya.

Masnah mengatakan, setiap hari ada saja peziarah yang datang. Kebanyakan hendak memenuhi nazarnya. "Dari jauh-jauh. Beberapa saya tanya kenapa, jawabannya karena hajatnya sudah terkabul," kisahnya.

Konon, saat Masjid Banua Halat dibangun oleh Datu Ujung, ia mencari kayu ulin sampai ke Desa Batung.

Empat tiang diolah. Tiga disambung-sambung menjadi satu. Lalu dilarutkan ke Sungai Tapin hingga sampai ke Banua Halat.

Ternyata, tiga tiang sudah cukup untuk membangun masjid. Sedangkan satu tiang yang tersisa, akhirnya ditinggalkan Datu Ujung.

Dari sini, penduduk Desa Batung dan Desa Banua merasa ikatan kekerabatan yang kuat. Mereka diingatkan untuk saling tolong-menolong.

Masyarakat Tapin percaya, selama tiang di Batung tidak hancur meski dimakan usia dan cuaca, maka tiang di Banua Halat juga akan tetap awet bertahan. (dly/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#Tahulan Pian #Tapin