Desa ini berada di Kecamatan Banua Lawas. Tradisi seperti apa? Sebuah jamuan makan besar.
Menunya masakan bebek dan ayam (bakar atau goreng), kuah sup, ditambah kecap dan cabai yang diberi perasan jeruk. Semuanya disajikan dalam satu nampan.
Dijamin puas dan kenyang. Sebab satu nampan berisi seekor ayam atau seekor bebek.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Masdulhak Abdi menceritakan, satu nampan cukup untuk lima sampai enam orang.
"Masakan itik panggang atau ayam gorengnya dihidangkan utuh, tanpa dipotong-potong," ujarnya kepada Radar Banjarmasin kemarin (18/10).
"Undangan yang hadir, makan nasi dan lauk bersama-sama dalam nampan yang sama," tambahnya.
Hidangan itu dibawa dengan kelotok (perahu mesin) menuju masjid tempat pelaksanaan acara.
Penyajian makanan dalam talam atau nampan ini merupakan tradisi warga sekitar dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Apa pesannya? Bukan sekadar santap, pulang dan kenyang. "Acara ini kental dengan nuansa gawi sabumi," jawab Masdulhak.
Lalu, apa yang dimaksud dengan bakipas pangeran? Maksudnya, pengunjung yang datang dari luar desa akan disambut bak anak raja.
Saat makan, mereka akan dikipasi dengan angin sepoi-sepoi. (ibn/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi