Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asal Usul Kuliner Paliat di Tabalong

Muhammad Helmi • Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:54 WIB
GURIH: Inilah paliat, kuliner kebanggaan masyarakat Tabalong.
GURIH: Inilah paliat, kuliner kebanggaan masyarakat Tabalong.
TANJUNG - Rasanya belum cukup jika berkunjung ke Kabupaten Tabalong tapi tak mencicipi paliat.

Diceritakan, kuliner ini berasal dari desa kecil bernama Paliat. Terletak di Kecamatan Kelua. Jaraknya kurang lebih 20 kilometer dari pusat kabupaten, Tanjung.

"Kisah warga dulu, paliat diambil dari kata kelapa dan liat atau likat. Artinya santan yang kental," kata Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong, Masdulhak Abdi.

Jika Anda bermasalah dengan kolesterol, jangan khawatir, paliat yang gurih ini diyakini berkadar kolesterol rendah.

Paliat diolah dari ikan segar dan santan. Dicampur dengan limau kuit atau jeruk purut. Fungsinya untuk menurunkan kadar lemaknya.

Nah, mengingat aroma limaunya yang khas, paliat kerap membuat pengidap asam lambung takut.

"Namun dalam hidangan paliat, zat asam limaunya telah dinetralkan oleh kunyit. Bumbu ini hampir 90 persen dalam masakan paliat," jelasnya.

Biasanya yang diolah menjadi paliat adalah udang galah, ikan patin, ikan jalawat dan ikan baung.

Di rumah makannya, satu porsi dijual antara Rp20 ribu sampai Rp75 ribu. Sangat tergantung pada menu lauk yang Anda pilih.

"Silakan datang ke pusat kuliner di kawasan Pasar Mabuun. Karena di sana lah sentra masakan khas Tabalong dijual," ajaknya.

Lalu, bagaimana jika ingin mencoba memasak sendiri di rumah? Masdulhak membocorkan resepnya yang cukup mudah.

Pertama, udang dan ikan yang sudah dipotong bersih dilumuri jeruk hingga amisnya hilang.

Kedua, untuk bumbunya, laos dan kunyit dihaluskan. Dicampur dengan serai dan limau kuit. Kemudian ditumis dengan minyak goreng sampai aromanya keluar.

Langkah ketiga, masukkan udang atau ikan ke dalam bumbu. Campurkan santan kental sembari diaduk perlahan. Biar mantap, tambahkan lagi perasan limau kuit dan bawang merah.

Terakhir, masukkan penyedap rasa seperti gula merah dan garam dapur. Jika ikan terlihat matang, angkat.

"Lebih enak makan paliat bersama rebusan sayur, kacang panjang, terong, genjer, pucuk ubi dan timun," sarannya. (ibn/by/fud) Editor : Muhammad Helmi
#Tabalong #Tahulah Pian