Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kata Alabio Ternyata Berasal Dari Ungkapan I Love You

Muhammad Helmi • Kamis, 29 September 2022 | 14:04 WIB
Photo
Photo
AMUNTAI - Nama resminya adalah Kecamatan Sungai Pandan, tapi lebih dikenal dengan Alabio.

Berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Alabio berjarak sekitar 190 kilometer dari Banjarmasin.

Nah, pembaca Radar Banjarmasin, Tahulah Pian dalam edisi ini coba menelusuri asal usul Alabio.

Dalam buku karangan Yusni Antemas (nama penanya Anggraini Antemas)yang berjudul Kampung Halamanku, diceritakan nama Alabio berasal dari kata 'Arabia'.

Mengacu pada kedatangan pedagang Arab di Sungai Negara, sungai terpanjang kedua di Kalimantan Selatan setelah Sungai Barito.

Bukan hanya saudagar dari Timur Tengah. Pada zaman kolonial lalu lintas dagang di sini diramaikan oleh pedagang Cina, Belanda, Inggris dan Portugis.

Lidah orang Tionghoa lantas menyebut 'Arabia' sebagai 'Alabia'. Sedangkan penduduk pribumi di pelabuhan sana menyebutnya 'Halabiu'.

Belum jelas, kapan pastinya nama Alabio mulai dipakai. Namun dalam Undang-Undang Sultan Adam tahun 1843, nama Alabio telah disebut. Berdampingan dengan Amuntai, Babirik, Lampihong dan Danau Panggang.

Begitu pula ketika pemberontakan Banua Lima meletus pada tahun 1858. Nama Alabio disebut bersama Negara, Sungai Banar, Amuntai dan Kelua.

Lantas, mengapa orang Arab di Alabio begitu penting? Sederhana, karena syiar Islam diterima dengan baik oleh penduduk setempat.

Salah seorang pemerhati sejarah lokal, Ahdiyat Gazali Rahman mengatakan, ada versi lain. Bahwa Alabio adalah cara lidah pribumi mengeja 'I Love You'.

Ungkapan yang mereka dengar dari mulut pedagang Eropa. Bule-bule mata keranjang itu kerap mengucapkannya kepada gadis lokal yang rupawan.

Namun, sebagai orang asli Alabio, Ahdiyat menganggapnya lebih sebagai guyonan saja. Walaupun sangat populer di tengah masyarakat.

Ahdiyat lebih sreg dengan versi Yusni Antemas. "Secara umum, kami memahami kata Alabio mengacu kepada para pedagang Arab," jelasnya. (mar/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#Amuntai #Tahulah Pian