Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tugu Intan Kini Semakin Sepi Saja

Muhammad Helmi • Selasa, 27 September 2022 | 13:49 WIB
TRISAKTI: Potret yang diduga sebagai Intan Trisakti, intan terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.
TRISAKTI: Potret yang diduga sebagai Intan Trisakti, intan terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.
BANJARBARU - Pendulangan intan tradisional Cempaka lantas menjadi buah bibir. Bahkan sampai menjadi tempat wisata.

Guna mengingatkan masyarakat tentang reputasi Cempaka sebagai daerah penghasil intan, beberapa dekade kemudian, pemerintah membangun sebuah monumen.

Tugu Intan Trisakti berada di Desa Pumpung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Diresmikan tahun 1997 oleh Gubernur Kalsel Gusti Hasan Aman.

Dibandingkan tugu-tugu lain, memang tak menjulang. Tapi bagi masyarakat Cempaka, tugu ini amat berarti. Lebih-lebih bagi keluarga pendulang yang terlibat dalam penemuan intan seberat 166,75 karat itu.

Sebab pada bagian bawah lingga, tertera nama-nama pendulang yang tergabung dalam kelompok penemu Intan Trisakti.

Ada 24 nama di situ. Selain itu juga ada relief yang menggambarkan kronologi penemuan Intan Trisakti. Terukir di pagar bagian dalam tugu.

Lokasi pendirian tugu ini juga tak berada jauh dari lokasi penemuan intan. Jadi penempatannya tidak asal-asalan.

"Pada awal pendirian, di sini masih tanah lapang. Nah, lokasi penemuan intan berada persis di belakang tugu," kata warga Cempaka, Fahrudin.

Dia ingat, warga bersuka cita ketika mendengar rencana pembangunan tugu ini. Maklum, Cempaka hanya sebuah perkampungan yang jarang tersentuh pembangunan infrastruktur.

"Ya senang sekali. Apalagi banyak dikunjungi orang. Bahkan banyak pula turis yang ingin melihatnya," tambah Fahrudin.

Menurutnya, yang paling menarik mata perhatian pelancong adalah relief di bawah tugu tersebut. "Rupanya banyak yang penasaran dengan cerita di balik penemuan intan itu," ujarnya.

Sekarang, tugu ini semakin sepi saja. Seiring menurunnya aktivitas pendulangan.

"Ditambah berita-berita kecelakaan yang menyiarkan pendulangan yang memakan korban jiwa," keluhnya.

Dia masih berharap, suatu hari nanti kawasan Cempaka akan kembali ramai, "Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga sini. Terutama bagi mereka yang masih memiliki pertalian keluarga dengan anggota penemu Intan Trisakti."

Tahun 2017 lalu, Intan Trisakti kembali dibicarakan. Setelah tiga pengacara yang mewakili keluarga pendulang menggugat pemerintah. Agar melunasi sisa pembayaran intan sebesar Rp10 triliun.

Baru-baru tadi, Pemko Banjarbaru mencetuskan rencana untuk menjadi kawasan monumen ini sebagian dari cagar budaya. Karena Tugu Intan Trisakti dianggap bagian dari sejarah Kota Idaman ini. (rvn/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#Tahulah Pian