Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DBL di Kalsel Berawal dengan Fasilitas Seadanya

Muhammad Helmi • Jumat, 26 Agustus 2022 | 13:37 WIB
FOTO:DOK RADAR BANJARMASIN PRESTASI: Rombongan DBL Banjarmasin di DBL Arena di Surabaya, 2017 silam.
FOTO:DOK RADAR BANJARMASIN PRESTASI: Rombongan DBL Banjarmasin di DBL Arena di Surabaya, 2017 silam.
BANJARMASIN - DBL seri Kalimantan Selatan musim 2022 bergulir. Ini merupakan tahun ke-15 DBL menyambangi Banua. Mundur ke belakang, liga basket pelajar SMP dan SMA ini dimulai di Surabaya pada tahun 2004.

Berada di bawah naungan DetEksi, departemen anak muda di koran Jawa Pos. Diprakarsai oleh Azrul Ananda, putra Dahlan Iskan.

Empat tahun kemudian, liga ini dikelola secara profesional. Menjadi anak perusahaan tersendiri. Yakni PT Deteksi Basket Lintas Indonesia.

Pada tahun yang sama, DBL mulai keluar dari Pulau Jawa. Di Kalimantan, Kota Banjarmasin yang dipilih. Radar Banjarmasin pun menjadi media partner.

"DBL masuk ke Kalsel pada 2008. Pertama kali digelar di Gedung Sasana Bina Krida yang kini menjadi Suria Arena di Jalan AES Nasution," beber Kepala Biro dan Manajer Event Organizer Radar Banjarmasin, M Afifuddin.

Dia ingat, DBL pertama digelar dengan fasilitas seadanya. Tapi edisi perdana itu terbilang berhasil, karena animo sekolah dan siswa yang tinggi.

Bahkan, Kalsel dinobatkan sebagai penyelenggara DBL terbaik se-Indonesia. "Dengan sarana seadanya, ternyata bisa menjadi yang terbaik, tentu selain Surabaya," tambah jurnalis yang akrab disapa Odienk itu.

Setelahnya, DBL digelar di GOR Hasanuddin HM. Pada 2019, gelanggang olahraga di Jalan Pangeran Antasari itu direnovasi. Sehingga DBL berpindah ke GOR Rudi Resnawan di Kota Banjarbaru.

"Sementara 2020 ditiadakan karena pandemi. Dan DBL 2021 mundur hingga awal 2022," paparnya.

DBL selalu ditunggu-tunggu oleh sekolah-sekolah. "Bahkan pernah sampai 35 tim yang ikut," sebutnya.

Tak hanya dari Banjarmasin dan Banjarbaru, tetapi juga dari Martapura, Marabahan, Binuang, Rantau, Pelaihari dan Tanjung.

Selain basket, DBL juga mewadahi eksibisi pelajar SMP, kompetisi dance, kompetisi jurnalis, kreativitas suporter, 3x3 challenge, 3 poin challenge dan e-sports.

Jika itu soal event, lalu bagaimana soal prestasi? Trisna Gama Putri, alumni SMAN 7 Banjarmasin, sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada 2008 lalu.

"Sekarang Trisna bergabung dalam Basketball Operation PT DBL Indonesia," ucapnya.

Kemudian ada Ayu Lestari dari Smaven yang juga menjadi All Star dan bermain di Australia. Selanjutnya ada Kevin dari SMA Kristen Kanaan dan Kiki dari SMAN 2 Banjarmasin yang mampu menembus All Star hingga ke Amerika Serikat.

"Kristian Dani dari Kanaan juga menjadi DBL All Star dan berangkat ke Malaysia," tambah Odienk. DBL Kalsel juga kembali mencatat sejarah pada 2017. Moses Foresto dinobatkan sebagai pelatih DBL All Star 2017. "Menjadi salah satu pelatih terbaik Indonesia dan berangkat ke Amerika," tuntasnya. (tia/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#DBL