Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Angsau, Dulu Dihuni Banyak Warga Tionghoa

Muhammad Helmi • Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:53 WIB
TERUS BERKEMBANG : Kantor Kelurahan Angsau
TERUS BERKEMBANG : Kantor Kelurahan Angsau
ANGSAU merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Penamaan Angsau ternyata diambil dari bahasa Tionghoa. Yakni Ang Soe yang artinya debu merah.

Bukan tanpa sebab. Pada zaman dahulu, daerah ini banyak dihuni orang Cina dari suku Biaju.

Daerah tersebut juga memiliki tanah berwarna merah. Hawanya juga cenderung panas.

Angsau pada masa itu belum bernama, tetapi terkenal aman dan tenteram. Sehingga orang-orang Cina betah tinggal di sana.

Mereka pun memberikan kabar kepada keluarga jauh. Mengajak mereka untuk pindah. Kabar tersebut ditanggapi, hingga mereka datang berbondong-bondong.

Seiring waktu, orang-orang Cina tersebut saling bertanya satu sama lain tentang nama daerah yang mereka tinggali. Seorang pun tidak ada yang mengetahuinya.

Akhirnya, salah seorang penduduk awal mengusulkan agar mereka berkumpul dan berembuk. Tujuannya untuk mencari nama yang pas.

Kemudian, pada suatu malam digelar rapat. Berbagai macam nama bermunculan. Namun setelah musyawarah panjang, diambil satu nama yang menurut mereka cocok untuk menggambarkan kondisi daerah itu: Angsau.

Angsau terus berkembang. Hingga suku-suku lain tertarik datang. Termasuk suku Jawa.

"Kedatangan suku dari daerah lain ini membuat Angsau menjadi ramai dan membuat penduduk awal (orang Cina) merasa tidak nyaman," ujar Lesmiyati, salah seorang warga Pelaihari.

Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke Bajuin, Parit Baru dan ada pula yang kembali ke tempat asalnya. "Tetapi ada juga yang memilih bertahan," jelasnya.

Saat ini, Kelurahan Angsau terus berkembang. Banyak berdiri kantor-kantor pemerintahan. Pedagang juga membuka kios dan lapak. (sal/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#Tanah Laut #Tahulah Pian