Awalnya, hanya berupa lapangan sepak bola biasa. Perlahan fasilitasnya ditambah, agar fungsinya lebih banyak.
Sekarang menjadi Alun-Alun Dwi Dharma. Sebuah kompleks olahraga kebanggaan masyarakat Bumi Ruhuy Rahayu.
"Memang, awal tahun 2000-an belum punya alun-alun. Hanya ada lapangan bola dan taman biasa," tutur Kepala Bappelitbang Tapin, Zainal Aqli.
Dia masih ingat, pada awalnya lapangan di sana hanya memiliki sederet warung. "Total ada enam warung, letaknya di Taman Basimban," ingatnya.
Tambahan pertama adalah lintasan lari di sekeliling lapangan bola. Karena sering terendam saat diguyur hujan, maka dibangunkan drainasenya.
"Nah, saluran ini benar-benar dikerjakan agar tidak kebanjiran lagi," tambahnya.
Ternyata, masih becek juga. Baru disadari, itu akibat kontur rawa di bawahnya. Akhirnya, tanahnya yang diganti. Sejak itu tak lagi tergenang.
"Perlu diketahui, rumputnya sudah standar nasional. Jadi sejak dulu sudah layak untuk menggelar pertandingan skala nasional," bebernya bangga.
Secara bertahap dan beriringan, dibangun lagi tribun dan kamar kecil. Ditambah arena bermain anak.
"Kemudian dibangun panggung seni. Awalnya dari besi, tapi sering goyang. Diganti dengan semen cor. Tapi sudah roboh," bebernya.
Kemudian dibangun lapangan sepak takraw, voli dan panjat tebing. Terakhir dibangun lapangan basket.
"Kemudian Taman Basimban direnovasi untuk menambah kenyamanan pengunjung," pungkasnya. (dly/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi