Saat ini, masyarakat memahami, Bersujud merupakan kependekan dari semboyan bersih, syukur, jujur dan damai.
Tapi awalnya bukan itu. "Dapat ide moto itu seusai berdoa, sehabis salat. Terbersit kata bersujud," kata Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar.
Tanah Bumbu berdiri pada April 2003. Hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru.
Kala itu, para pendiri Tanah Bumbu sempat menggelar sayembara pembuatan moto. Banyak kata-kata menarik yang masuk. Tapi akhirnya diputuskan untuk memakai Bersujud.
Zairullah ingin daerah yang baru mekar itu dihuni masyarakat yang agamis. Pejabatnya juga bekerja dengan niat ibadah.
"Bersujud melambangkan kerendahan hati, tapi juga kekuatan. Manusia paling cerdas saat berada pada posisi bersujud, ini ilmiah," jelasnya.
Puncak pengalaman spiritual itulah yang menurutnya harus menjadi semangat penggerak pembangunan daerah.
Ditanya soal moto Bangkit, Zairullah merasa tak cocok. Konotasinya negatif, agak sombong.
Maka ia bersyukur, Bangkit tak sempat lama dipakai. "Kesejahteraan tidak akan cukup tanpa ada perasaan damai di hati warganya. Kedamaian tidak bisa dicapai dengan spiritualitas," tegasnya.
Dia berharap, Bersujud bisa dimaknai oleh warga Tanah Bumbu, lebih-lebih oleh pejabat pemkab. "Kita bekerja untuk mengharap rida tuhan. Itu yang harus dipahami bersama," tutupnya. (zal/gr/fud) Editor : Muchlisin Asy'ari