Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jembatan Sungai Hantu, Namanya Seangker Ceritanya

Muhammad Helmi • Rabu, 15 Juni 2022 | 14:07 WIB
MENYIMPAN CERITA SERAM: Inilah Jembatan Sungai Hantu yang berada di antara Rantau dan Margasari, Kabupaten Tapin. Foto: RASIDI FADLI/RADAR BANJARMASIN
MENYIMPAN CERITA SERAM: Inilah Jembatan Sungai Hantu yang berada di antara Rantau dan Margasari, Kabupaten Tapin. Foto: RASIDI FADLI/RADAR BANJARMASIN
DI KALSEL ada Jembatan Sungai Hantu. Serius? Ya, letaknya di Desa Batang Lantik Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.

Persis di ruas utama antara Rantau dan Margasari. Sesuai namanya, jembatan ini dulunya begitu ditakuti. Dicap tempat angker.

Sebagian warga sekitar percaya, di sekitar jembatan ada perkampungan gaib yang tak kasat mata.

Rasidah, nenek yang tinggal dekat jembatan, mengatakan dahulu kerap terlihat sosok-sosok menyeramkan di sana.

"Saat masih SD, jembatan ini sudah angker. Banyak orang-orang yang mengaku ditemui makhluk halus penunggu jembatan," kata perempuan 69 tahun ini.

Salah satu cerita yang paling populer menyangkut seorang pedagang keliling minyak tanah melintas. Ia singgah di sebuah warung karena ada yang hendak membeli minyaknya. Namun sang pembeli mengutang.

"Ketika penjual minyak itu kembali untuk menagih pembayarannya, baik warung maupun rumah di sana tidak ada lagi. Tidak ada apa-apa," ceritanya.

Cerita lain, pernah seorang pesepeda melintas sendirian. Sepedanya seolah-olah mogok. Tak bisa dikayuh. Padahal baru diperbaiki.

"Anehnya, banyak orang luar yang sering melihat penampakan di sana. Sedangkan warga asli sini sangat jarang," tambahnya.

Masih dari Rasidah, di sekitar jembatan ada dua makhluk yang sangat dikenal. Namanya Aluh Kariting dan Utuh Latat. Keduanya sering menampakkan diri, tapi tak sampai menganggu.

Ketua rukun tetangga setempat, Suriansyah menambahkan, sudah semakin jarang terdengar cerita horor dari Jembatan Sungai Hantu. Konon, sejak Aluh Keriting dan Utuh Latat memilih pindah tempat.

"Dulu bangunan jembatannya cuma dari kayu ulin. Tahun 80-an diperbaiki menjadi beton. Sampai sekarang bentuknya begitu," kata kakek berumur 60 tahun ini. (dly/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#Tahulah Pian