Persis di ruas utama antara Rantau dan Margasari. Sesuai namanya, jembatan ini dulunya begitu ditakuti. Dicap tempat angker.
Sebagian warga sekitar percaya, di sekitar jembatan ada perkampungan gaib yang tak kasat mata.
Rasidah, nenek yang tinggal dekat jembatan, mengatakan dahulu kerap terlihat sosok-sosok menyeramkan di sana.
"Saat masih SD, jembatan ini sudah angker. Banyak orang-orang yang mengaku ditemui makhluk halus penunggu jembatan," kata perempuan 69 tahun ini.
Salah satu cerita yang paling populer menyangkut seorang pedagang keliling minyak tanah melintas. Ia singgah di sebuah warung karena ada yang hendak membeli minyaknya. Namun sang pembeli mengutang.
"Ketika penjual minyak itu kembali untuk menagih pembayarannya, baik warung maupun rumah di sana tidak ada lagi. Tidak ada apa-apa," ceritanya.
Cerita lain, pernah seorang pesepeda melintas sendirian. Sepedanya seolah-olah mogok. Tak bisa dikayuh. Padahal baru diperbaiki.
"Anehnya, banyak orang luar yang sering melihat penampakan di sana. Sedangkan warga asli sini sangat jarang," tambahnya.
Masih dari Rasidah, di sekitar jembatan ada dua makhluk yang sangat dikenal. Namanya Aluh Kariting dan Utuh Latat. Keduanya sering menampakkan diri, tapi tak sampai menganggu.
Ketua rukun tetangga setempat, Suriansyah menambahkan, sudah semakin jarang terdengar cerita horor dari Jembatan Sungai Hantu. Konon, sejak Aluh Keriting dan Utuh Latat memilih pindah tempat.
"Dulu bangunan jembatannya cuma dari kayu ulin. Tahun 80-an diperbaiki menjadi beton. Sampai sekarang bentuknya begitu," kata kakek berumur 60 tahun ini. (dly/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi