Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Oranje Nassau, Situs Tertua di Indonesia

M. Syarifuddin • Senin, 9 Mei 2022 | 18:25 WIB
BERSEJARAH: Pintu gerbang Candi Agung di Amuntai, Hulu Sungai Utara. | Foto: Muhammad Akbar/Radar Banjarmasin
BERSEJARAH: Pintu gerbang Candi Agung di Amuntai, Hulu Sungai Utara. | Foto: Muhammad Akbar/Radar Banjarmasin
Kalimantan Selatan memiliki situs bekas tambang batu bara tertua di Indonesia, yakni Oranje Nassau di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.

Balai Arkeolog Kalimantan Selatan menyebut Oranje Nassau berdiri pada 28 September 1849. Ini lebih tua dibandingkan Sawah Lunto di Sumatera Barat yang berdiri tahun 1870.

Nama tambang sendiri diambil daru dinasti (wangsa) yaitu Oranje Nassau di Belanda. Berdasarkan catatan sejarah De Loos pada 28 September 1849, Gubernur Jenderal Rochussen datang ke Pengaron di wilayah kerajaan Banjar untuk meresmikan tambang batubara pertama di Indonesia.

Ada dua lokasi bersejarah tentang benteng Oranje Nassau di Pengaron. Pertama, terkait tambang batu bara yang daerah eksplorasi di Gunung Pagaran.

Kedua, benteng Pengaron terkait peristiwa pengepungan pejuang Banjar sebagai situsnya, ada di sekitaran Polsek yang kini telah tertimbun tanah.

Situs Oranje Nassau sendiri mulai diteliti intensif sejak tahun 2005-an. Kemudian, penelitian dilanjutkan oleh Balai Arkeologi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Banjar, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak pada tahun 2012 - 2017.

Sejak tahun 2014, ada juru pelihara situs 2 orang. Adapun pada 2017 di Desa Pengaron, Pemkab Banjar menjadikan situs ini menjadi tempat wisata sejarah.

Keberadaan tambang dan benteng Oranje Nassau dianggap penting sebagai tonggak awal tambang batu bara Hindia Belanda (Nusantara). Karena masa itu, Belanda selalu berada dalam situasi persaingan dengan kolonialis lain yaitu Inggris.

Ketika itu, tambang Oranje Nassau direncanakan sebagai alternatif solusi bagi Belanda jika dalam situasi konflik, dan suplai batu bara dari Eropa diputus Inggris yang dianggap unggul dalam armada lautnya.

Memasuki era revolusi industri, batu bara memang menjadi vital sebagai tenaga penggerak kapal-kapal dagang maupun kapal perang yang tak lagi sepenuhnya mengandalkan angin.

Keberadaan Oranje Nassau itu pun saat ini gencar dipromosikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar.

Kepala Disbudpar Kabupaten Banjar, HM Haris Rifani menuturkan, latar belakang puing reruntuhan Oranje Nassau banyak menyimpan sejarah sebagai tambang modern dengan sistem kerja mesin uap.

"Benteng Oranje Nassau Pengaron ini merupakan tambang batu bara pertama di Indonesia yang dibangun pada 1849, atau sepuluh tahun lebih dulu sebelum Belanda membangun tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat," sebutnya.

Hal tersebut dinyatakan oleh pihak Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda seusai melakukan ekskavasi tahap II pada Oktober 2014 bersama Balai Arkeologi (Balar) Banjarmasin, Pusat Penelitian dan Pengembangan Cagar Budaya Nasional. (ris/by/ran)


Editor : Arief
#Bangunan Bersejarah #Sejarah Banua