Juru Pelihara Masjid Suada, Badrul Kamal mengatakan pelopor pembangunan masjid adalah dua orang juru dakwah yaitu Al Allamah Syeikh H Abbas bin Al Allamah Syeikh H Abdul Jalil dan Al Allamah Syeikh HM Said bin Al Allamah Syeikh H Sa’duddin.
Ketika Muhammad Said Al-Allamah Syeikh H Abbas pulang dari belajar di luar negeri yakni Makkatul Mukarramah beliau pergi mengembara dari kampung halaman di Martapura menuju daerah Hulu Sungai Selatan. Pengembaraan beliau mengiringi kepergian Pangeran Antasari bersama pengikutnya meninggalkan daerah Banjar.
Setelah sampai di daerah kampung Simpur, Pangeran Antasari dan pengikutnya menelusuri sungai Tatas menuju daerah pegunungan dan dikabarkan sempat bermukim sebentar di daerah Padang Batung. Selanjutnya Al-Allamah Syeikh H Abbas menelusuri sungai Wasah dan bermukim di Kampung Wasah Hilir tahun 1859.
Kedatangan beliau adalah sebagai juru dakwah Islam guna mengembangkan kalimah Illahi dalam menegakkan Tauhid kemudian membangun masjid sementara.
Ketika melihat masjid semetara tersebut sudah tidak mampu lagi menampung banyak orang yang beribadah, beliau berkeinginan untuk membangun masjid yang lebih besar, indah dan kuat.
Dalam rangka meningkatkan siar agama Islam dan memudahkan masyarakat untuk salat berjamaah serta untuk kepentingan dakwah danmusyawarah, masjid sementara yang beliau dirikan dibongkar dan dimulailah pengerjaan pembangunan masjid yang baru.
Setelah mengadakan musyawarah dengan seluruh lapisan masyarakat, kemudian dipilihlah pembantu dengan maksud merealisasikan pembangunan masjid yang baru.
Pada 28 Zulhijah 1328 Hijriah bertepatan tahun 1908 Masehi maka dimulailah pengerjaan Masjid Suada Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS. Bangunan didirikan di atas tanah wakaf dari Mirun bin Udin dan Asmail bin Abdullah seluas 1047, 25 meter persegi.
Nama Masjid Suada diambil dari kata Sa'id nama pelopor pembangunan masjid ini yang dalam bahasa Arab berarti beruntung.
Nama tersebut dimaksudkan untuk menarik perhatian orang atau masyarakat agar berkorban memelihara dan beribadat di masjid ini yang sangat berperan dalam pengembangan agama dan ilmu pengetahuan.
Arsitektur bangunan masjid Suada secara umum memperlihatkan penerapan konsep rancang bangunan rumah tradisional Kalimantan Selatan (Kalsel) yang didirikan di atas tiang (rumah panggung).
Masjid Suada lebih dikenaloleh masyarakat di Kandangan dengan sebutan Baangkat karena memilki lantai yang unik ditopang tongkat kayu ulin sebagai penyangga sehingga seperti terangkat.
Masjid dibangun diatas tanah seluas 68.5 meter x 58,5 meter dengan bentuk tidak persegi. Sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu ulin yang memiliki dimensi pada ruang utama yaitu 15,5 meter x 15,5 meter dan tinggi 12 meter dengan tinggi panggung 1 meter dari tanah.
Pada ruang utama terdapat 60 tiang ulin yang berfungsi sebagai penyangga bangunan terdiri dari empat tiang sokoguru dengan penampang segi delapan, 12 tiang anak untuk menopang atap tingkat kedua, 20 batang tiang untuk menopang atap tingkat pertama. 22 batang tiang untuk menopang atap tingkat pertama pada bagian luar ruang salat dan 6 batang tiang pengimaman (mihrab).
Masjid memiliki 21 pintu yang di atasnya terdapat hiasan kaligrafi. Di dalam bangunan utama terdapat sebuah bangunan pengimaman (mihrab) yang beratap kuncup bawang, memiliki ambang pintu yang berbentuk lengkung, dan terdapat dua panil tegak dan panil datar yang penuh dengan pahatan bermotif flora terutama sulur-sulur daun.
Tidak jauh dari mihrab terdapat sebuah mimbar/maqsura (tempat berkhotbah). Mimbar tersebut dipenuhi dengan hiasan ukiran sulur-suluran, kelopak bunga dan arabesk yang distilir.
Pada bagian tengah hiasan suluran dan kelopak bunga itu terdapat ukiran kaligrafi Arab bergaya Naskhi dan angka tahun 1337H/1917 M. Masjid Suada memiliki atap bersusun tiga, berbentuk persegi empat dan pada setiap tingkat atap terdapat jendela kaca. Pada puncak atap terdapat hiasan memolo/pataka yang berbentuk seperti kuncup bunga dengan bulatan pada ujungnya.
Di areal halaman masjid terdapat bangunan tambahan yang difungsikan untuk pengurus-pengurus masjid. Selain bangunan tambahan pada halaman depan terdapat beberapa makam dan di halaman belakang terdapat pemakaman. (shn/by/ran) Editor : Arief