Bentuk arsitekturnya tower ini cukup unik, sebab menyerupai tanaman jamur tinggi menjulang dengan beton penopang. Fungsi dari kepala menara tersebut sebagai penampung air dari kolam penyaringan sebelum disalurkan ke sambungan pelanggan.
Direktur PDAM Hulu Sungai Utara Fikri Ashari mengatakan berdirinya perusahaan air minum di HSU, ditandai dengan pembangunan tower atau menara air PDAM.
Tower setinggi lebih dari 30 meter tersebut dengan logo PDAM di atap menara itu, mulai dikerjakan pada tahun 1980. Pembangunan berlangsung hampir satu tahun, mengingat alat-alat pertukangan saat itu tidak secanggih saat ini.
"Jadi tower, instalasi air sampai kantor administrasi mulai diresmikan pada tanggal 31 Maret 1983, dan sudah melakukan pelayanan air minum pada warga saat itu," sampai Fikri yang mulai bergabung dengan PDAM HSU pada tahun 1987 tersebut.
Diungkapkannya, perusahaan air ini diresmikan Bupati Kabupaten HSU, saat itu, H Ardiansyah Fama.
Pada 2018, tower air PDAM HSU itu dicat lagi. Semua tukang cat dalam proyek pengecatan semua diasuransikan oleh pihak PDAM. Resiko tinggi menjadi pertimbangan tukang cat diasuransikan. "Karena tinggi dan berdiameter sebesar lapangan badminton pengecatan berlangsung lebih sebulan. Tower ini menampung 500 kubik air dengan kapasitas produksi 115 liter per detik," ungkapnya.
Pada menara air tersebut juga terdapat burung walet tanah dan juga sarang tawon atau lebah yang dibersihkan secara berkala oleh PDAM HSU.
Saat ini diketahui, PDAM Hulu Sungai Utara, saat telah memiliki jumlah pelanggan mencapai 31 ribu sambungan rumah dari 26 ribu sambungan di tahun 2019 lalu.(mar/by/ran) Editor : Arief