Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bioskop Cempaka, Spesialis Film Panas

M. Syarifuddin • Rabu, 23 Februari 2022 | 17:38 WIB
Hadangan
Hadangan
BANJARMASIN - Di masa lalu ada sejumlah bioskop terkenal yang pernah beroperasi di Kota Banjarmasin. Bioskop Cempaka di Pasar Blauran jadi salah satu bioskop favorit warga Kota Seribu Sungai.

Walaupun bukan bioskop pertama yang berdiri di Banjarmasin, histori mengenai Bioskop Cempaka sangat kesohor di kalangan warga Kota Banjarmasin. Bagi generasi era 80an, bioskop ini jadi wadah kumpul para muda mudi untuk menonton film-film terkenal di zamannya. “Saya ingat betul dulu masih SMP, pulang sekolah langsung ke Bioskop Cempaka untuk nonton film Rhoma Irama atau Rano Karno. Tiket masuknya waktu itu cuma seribu rupiah,” ujar Madi, salah satu juru parkir di Pasar Blauran Banjarmasin, tepat di dekat gedung eks Bioskop Cempaka, Selasa (2/22).

Madi menuturkan, selain film Rhoma Irama dan Rano Karo, di Bioskop Cempaka juga kerap memutar film-film panas, hingga film impor dari India dan Amerika. “Kalau film Barat, biasanya film bertema koboi. Yang paling banyak peontonnya adalah film dewasa dan film India. Dulu, proses sensor film tak seketat sekarang,” kenangnya.

Tak hanya bioskop Cempaka, Madi juga menyebutkan sejumlah bioskop yang perah tenar di Kota Banjarmasin di era 80-an hingga 90-an. “Diantaranya ada bioskop Kamajaya yang kini jadi gedung DPRD Provinsi Kalsel, Bioskop Presiden yang masih berdekatan dengan bioskop Cempaka. Kemudian ada Bioskop Ria dan Bioskop Dewi di kawasan Jalan Hasanuddin HM,” sambungnya.

Seingat Madi, Bioskop Cempaka sudah ada sejak tahun 50-an atau 60-an. “Tapi, zaman dulu bioskop ini terletak di lantai dasar. Tahun 80-an, baru Bioskop Cempaka dipindah ke lantai III gedung tersebut. Dulu bangunannya bagus, ada dua studio dan memutar film dari siang sampai malam hari,” paparnya.

Kondisi gedung bioskop Cempaka kini berbeda 180 derajat dengan tempo dulu. Sekarang, kondisinya semakin semrawut dan memprihatinkan. “Bioskop Cempaka tak lagi beroperasi sejak tahu 90-an, di era teknologi VCD muncul. Masyarakat lebih memilih beli VCD dan menyewa kaset VCD film di rental-rental. Sekarang apalagi, orang banyak nonton film via internet di ponsel, tidak perlu lagi ke bioskop,” sebutnya.

Seolah tak ada pemiliknya, gedung eks Bioskop Cempaka kini justru ditempati oleh para gelandangan dan pengemis. Di gedung itu pula, kerap dijadikan tempat mabuk-mabukan dan memicu peristiwa kriminalitas. “Belum lama tadi, bahkan ada kasus pembunuhan yang menyebabkan seorang wanita tua tewas. Pelakunya suaminya sendiri dan sebelumya sempat mabuk minuman keras,” tandasnya. (oza) Editor : Arief
#Tahulah Pian #Film