Profesi pandai besi di Nagara banyak terdapat di Desa Tumbukan Banyu dan Sungai Pinang, Kecamatan Daha Selatan dan Desa Panggandingan, Kecamatan Daha Utara.
Berbagai bahan bisa dibuat warga yang sehari-hari berprofesi sebagai pandai besi di Nagara atau Daha. Mulai dari cangkul, parang, kapak, tajak, palu, parang bungkul, peralatan dapur seperti berbagai jenis pisau, belati sampai samurai. Hampir setiap hari warga membuat pandai besi sesuai dengan keahlian yang dimiliki warga.
Mahyuni (42) seorang padai besi di Jalan Musyawarah, Desa Tumbukan Banyu, memperkirakan pertama kali pemandai besi di Nagara adalah orang dari Jawa. "Karena dulu Nagara merupakan wilayah kerajaan,” tuturnya.
Seiring berkembangnya wilayah Nagara, diperkirakan para pendatang menikah dengan warga lokal. Dari keturunan dan naluri, serta peralatan yang dimiliki warga lokal akhirnya sampai sekarang bisa membuat pandai besi.
Ayah tiga orang anak ini mulai bisa pandai besi saat berusia 15 tahun. Berbagai jenis sudah pernah dibuatnya mulai dari kapak, parang bungkul, belati, patul sampai gunting untuk peralatan pengrajin emas.“Belajarnya dari kakek dulu. Sekarang lebih banyak membuat patul dan gunting sesuai dengan pesanan,” ujarnya.
Berbagai kerajinan pandai besinya yang pernah dibuatnya lebih banyak dijualnya kepada pengumpul barang untuk dipasarkan ke wilayah Kalsel atau luar daerah lainnya. “Lebih banyak menjual di Nagara saja. Nanti orang lagi menjualnya ke luar daerah,” ucapnya.
Pembuatan pandai besi untuk belati sampai samurai tergantung dari jenis bahan bakunya. “Semakin bagus bahannya, makin mahal harganya,” katanya. (shn) Editor : Arief