Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dodol Kandangan Dibuat Orang Arab

M. Syarifuddin • Senin, 10 Januari 2022 | 10:57 WIB
DODOL LEGENDARIS: Syarifah  di kawasan Simpang Lima Kandangan. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN
DODOL LEGENDARIS: Syarifah di kawasan Simpang Lima Kandangan. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN
Noor Jannah merupakan pengusaha dodol generasi pertama di Kandangan. Tak banyak yang tahu jika Noor Jannah adalah seorang keturunan Arab.

Syarifah (49) istri dari anak ketiga almarhum Noor Jannah bernama Umar menceritakan mendiang mertuanya merupakan keturunan orang arab yang dikenal memang hobi membuat makanan dan rasanya selalu lezat.“Almarhum pertama kali membuat Dodol Kandangan sekitar tahun 1980-an,” ujarnya.

Saat pertama kali merintis usaha Dodol Kandangan berlokasi di kawasan Simpang Lima Kandangan ini yang dijual ada lima varian rasa yaitu original, kelapa, durian, wajik dan kacang. “Dari dulu sampai sekarang ada lima rasa,” tutur perempuan kelahiran tahun 1972 ini.

Photo
Photo


Cara pembuatan Dodol Kandangan secara turun temurun tidak memiliki resep khusus, tetap menggunakan bahan dasar alami tanpa pengawet. Bahan digunakan yaitu santan, ketan sampai gula habang atau merah.

Proses pengolahan dodol membutuhkan ketekunan dan kesabaran ekstra. Selain harus menjaga kestabilan perapian, mengaduknya juga harus merata.

“Setelah bahan tercampur didalam kuali besar, kemudian diaduk sekitar empat jam,” ucap perempuan yang memiliki tiga orang anak ini.

Dodol yang telah diaduk merata selanjutnya disalin ke wadah lain untuk didinginkan, kemudian dipotong dan diolah dalam kemasan. Awalnya pembuatan dodol dilakukan setiap hari sebanyak 100 kilogram.

“Sejak sekitar tahun 2007 semakin banyaknya pedagang dodol. Pembuatannya hanya dilakukan dua kali seminggu sebanyak 100 kilogram dengan lima varian rasa,” ucapnya.

Harga dodol dari lima varian rasa di tempat penjualan yang sekarang bernama Syarifah Noor Jannah ini dijual Rp 3 ribu. “Tahun 90-an harganya seribu rupiah, sekarang menjadi tiga ribu rupiah,” sebutnya.

Dodol Kandangan warisan dari almarhum Noor Jannah ini dulunya pernah dipasarkan ke wilayah Kalteng sampai Kaltim oleh almarhum suami Syarifah.

“Waktu harga dodol masih seribu rupiah pernah mengantar ke Palangka Raya dan Samarinda. Sekarang tidak lagi, kebanyakan pembeli sudah langganan membeli disini,” ucap Syarifah.

Iwan salah satu warga Kandangan mengaku, sering membeli dodol di tempat Syarifah karena rasanya dari dulu sampai sekarang tidak berubah. “Rasanya masih sama, enak dimakan saat lagi santai,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini. (shn/by/ran)
Editor : Arief
#Tahulah Pian #Kuliner