Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kampung Orang Halus di Balangan

M. Syarifuddin • Rabu, 5 Januari 2022 | 11:08 WIB
MINIATUR : Rumah-rumah kecil di Pahajatan dipercaya kampung
MINIATUR : Rumah-rumah kecil di Pahajatan dipercaya kampung
Di Desa Tungkap, Kabupaten Balangan ada sebuah “kampung” kecil yang dipercaya menjadi kampung orang halus (gaib, Red). Situs itu bernama Pahajatan.

Dinamakan Pahajatan karena orang-orang datang ke sana membawa sebuah hajat. Biasanya setelah keinginannya tercapai mereka membangun rumah kecil di sana sebagai nazar.

Di dalam Pahajatan terdapat rumah-rumah kecil berderet dengan rapi laksana miniatur sebuah perkampungan. Beragam jenis replika rumah adat ada di Pahajatan, dari Rumah Banjar hingga Joglo.

Miniatur rumah itu dibuat oleh mereka yang hajatnya sudah terkabul. Bentuk rumah sendiri terserah kepada yang membangunnya. Tidak diketahui persis kapan awal mula ada rumah kecil-rumah kecil di sana, namun berdasarkan tulisan yang ada pada setiap rumah, bangunan tertua yang masih kokoh berdiri hingga sekarang dibangun pada tahun 1940-an, atau sekitar 70 tahun silam.

"Lebih tepatnya mereka datang ke Pahajatan untuk bertawasul seperti berziarah ke makam para wali, jadi bukan menuhankan tempat ini. Saya orang pertama yang menentang apabila ada yang menuhankannya," tegas Asran, Juru Kunci Pahajatan.

Memang kata dia, setiap pengunjung yang mempunyai hajat dianjurkan membawa bahan makanan mirip sesajen seperti nasi ketan, kopi, telur dan lainnya.

Namun, makanan tersebut tidak untuk ditinggal di sana, tetapi untuk selamatan dan dimakan bersama-sama. Serta tidak boleh meninggalkan sampah makanan sedikit pun.

Meskipun rumah itu terlihat halus (Kecil, Red) di alam nyata, namun Asran percaya, di alam sebelah ukurannya selayaknya seperti rumah pada umumnya. “Percaya boleh, tidak percaya juga boleh, tetapi jangan dihina penghuni di sini," tukasnya.

Asran selalu memantau rumah-rumah kecil ini setiap hari. Ia khawatir ada yang menaruh makanan atau sesajen di sana. Kalau ada biasanya langsung ia bersihkan.

Pemilik hajat sendiri tidak bisa setiap hari berkunjung ke sana, melainkan hanya pada hari tertentu. Senin dan Jumat.

Dulu, kata dia, pernah ada yang mencoba ingin mengetahui keangkeran Pahajatan. Ada tiga orang. Asran hanya memberi mereka waktu 30 menit. Namun para penantang dengan sombong menjamin bisa bertahan lebih dari itu.

Penantang pertama, keluar dari lokasi sebelum genap lima menit. Kedua, sedikit lebih tangguh tapi tak lebih dari 15 menit. Yang ketiga hampir mencapai menit ke 30 sebelum lari terbirit-birit.

“Badan saya seperti ada yang menarik-narik ke atas,” ujar Asran menirukan perkataan penantang paling akhir keluar. Sehari sesudahnya, salah satu dari mereka menelepon Asran, dan menyatakan bahwa ketiganya sedang demam.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengaku pernah datang ke sana untuk berhajat agar anaknya lulus menjadi PNS. Namun, ia kemudian urung membangun rumah kecil di Pahajatan lantaran anaknya hanya bisa menempati rangking kedua dari satu formasi yang dicari. (why/by/ran) Editor : Arief
#Tahulah Pian #Seni Budaya #Mistis