Candi Agung merupakan jejak peninggalan kerajaan Negara Dipa dan Kesultanan Banjar. Candi ini diperkirakan sudah ada sejak abad 16 dan memiliki keterkaitan dengan kerajaan Majapahit di Pulau Jawa. Bangunan utama candi yang dibangun oleh Empu Jatmika memiliki luas kurang lebih 40 x 50 Meter.
Ahdiyat Gazali Rahman, pengamat sejarah lokal, mengatakan Candi Agung berdiri di tiga persimpangan sungai yakni Tabalong, Negara dan Balangan. Sebelum dilakukan penggalian situs purbakala ini pada tahun 1965-1967, situs tersebut dikenal sebagai Gunung Candi.
"Hanya ada gundukan tanah yang menyerupai bukit dan di atasnya ditumbuhi pohon. Lalu arkeolog datang dan melakukan penggalian di situs purbakala. Dan ditemukan sejumlah artefak dan bangunan dasar candi berupa potongan batu bata khas candi yang ada di Pulau Jawa," ungkap Ahdiyat.
Tak hanya itu, candi ini didominasi oleh bahan batu bata dan kayu. Potongan bata dan kayu masih dapat dilihat di Museum Candi Agung. Lokasinya berada 30 meter sebelah kiri dari pintu gerbang lokasi wisata purbakala tersebut.
Dalam kompleks Candi Agung juga saat itu, arkeolog menemukan kolam atau saat ini dinamakan sebagai kolam pemandian Putri Junjung Buih, termasuk lokasi Pertapaan Raja Suryanata.
"Konon beredar kisah sampai saat ini, bila mandi atau mencuci muka di pemandian Putri Junjung Buih, baik laki-laki dan perempuan yang sulit jodoh, konon bisa cepat mendapatkan jodoh. Infonya banyak yang kabul," ungkapnya.(mar/by/ran) Editor : Arief