Tak Sekadar Kata-Kata, Puisi Tampil dalam Banyak Wajah

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:48 WIB
BACAKAN: Seorang peserta membawakan puisi dengan penuh penghayatan pada puncak HPI 2026 bertajuk Puisi dalam Banyak Wajah di UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (1/8) malam. (Foto: Rahim untuk Radar Banjarmasin)
BACAKAN: Seorang peserta membawakan puisi dengan penuh penghayatan pada puncak HPI 2026 bertajuk Puisi dalam Banyak Wajah di UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (1/8) malam. (Foto: Rahim untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Puisi tak hanya hadir dalam bentuk kata-kata. Di panggung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), puisi menjelma menjadi musik, teater, gerak, dan ruang perjumpaan antarseniman dalam peringatan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2026, Sabtu (1/8) malam.

Mengusung tema "Puisi dalam Banyak Wajah", kegiatan yang digelar UPTD Taman Budaya Kalsel bersama Dewan Kesenian Kota Banjarmasin itu menghadirkan beragam pertunjukan. Mulai dari pembacaan puisi, musikalisasi puisi, teatrikalisasi puisi, hingga panggung terbuka bagi masyarakat.

Acara diawali dengan pemutaran rekaman suara para pembaca puisi sebelum panggung resmi dimulai pukul 20.00 Wita. Malam sastra kemudian mengalir melalui penampilan para penyair, kelompok musikalisasi puisi, hingga pertunjukan teater.

Ahmed Arthur Tristan dan Muhammad Irwan Aprialdy membuka sesi pembacaan puisi yang dilanjutkan dengan Gemuruh Puisi, yakni pembacaan puisi bersama seluruh hadirin sebagai simbol kebersamaan dalam merayakan sastra.

Suasana semakin semarak lewat penampilan Komunitas Pemain Musik (KPM) Hulu Sungai Selatan, para pemenang Musikalisasi Puisi Balangan Islamic Festival 2026, serta peraih terbaik Musikalisasi Puisi Balai Bahasa 2026 dari SMAN 3 Banjarmasin dan SMAN 1 Martapura. Penampilan musikalisasi ditutup oleh kelompok Suara Ugahari bersama Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah.

Sejumlah penyair dan pegiat sastra juga tampil membacakan karya mereka, di antaranya Micky Hidayat, Yadi Muryadi, Hadani Had, Rudi Karno, Edi Sutardi, Muhammad Daffa, Lorensius, M Rasyid Zaki, Fatimah Adam, Elly Rahmah, Sri Naida, Muslimah, Fitri Sei Getas, dan lainnya.

Panggung turut menghadirkan teatrikalisasi puisi dari Kelompok Selendang Tanah Laut yang membawakan Keramat Datu Irsyad karya M Rizani Z serta Sanggar Sesaji dengan Puisi Topeng Para Topeng karya Rudi Karno.

Ketua Pelaksana Hari Puisi Indonesia 2026, Surya Muda Tajuddin mengatakan tema "Puisi dalam Banyak Wajah" dipilih karena puisi selalu hadir dalam beragam perspektif. Mulai dari kemanusiaan, cinta, alam, kritik sosial, hingga kebudayaan. "Puisi memiliki banyak wajah. Ada wajah kemanusiaan, cinta, alam, kritik sosial, harapan hingga kebudayaan yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman," ujarnya.

Menurut Surya, puisi tidak hanya hidup melalui kata-kata. Tetapi juga melalui bunyi, gerak, musik, dan teater. Bahkan keheningan yang memberi ruang bagi setiap orang menemukan maknanya sendiri.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Rizal Pahmi melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pergelaran, Isra Biadillah berharap Hari Puisi Indonesia menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan penyair, seniman, pelajar, akademisi, dan masyarakat dalam satu panggung kebudayaan. "Harapan kami, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi yang inklusif, sehingga sastra terus tumbuh dan menginspirasi generasi muda untuk mencintai sastra sebagai bagian dari identitas budaya bangsa," pungkasnya.(van/az/dye)

Editor : Arief
taman budaya puisi berita Banjarmasin