Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Anggaran Daerah Efisiensi ! NPC Kalsel Dorong Pembinaan Mandiri di Kabupaten/Kota

Sheilla Farazela • Selasa, 23 Juni 2026 | 11:53 WIB
WAWANCARA: Ketua NPC Kalsel, Sumansyah saat memberikan keterangan di sela pelaksanaan Rakerprov.
WAWANCARA: Ketua NPC Kalsel, Sumansyah saat memberikan keterangan di sela pelaksanaan Rakerprov.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – National Paralympic Committee (NPC) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menyusun strategi menghadapi tantangan pembinaan atlet di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Alih-alih menyerah pada keterbatasan, organisasi pembina atlet disabilitas ini memilih memperkuat sinergi dengan NPC kabupaten/kota guna menjaring bibit-bibit atlet baru sebagai bagian dari regenerasi menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028.

Ketua NPC Kalsel, Sumansyah, mengakui kondisi keuangan saat ini menjadi tantangan serius bagi pembinaan olahraga disabilitas di Banua.

Hal tersebut disampaikannya di sela Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) NPC Kalsel yang berlangsung di Hotel Rodhita Banjarbaru pada 22-24 Juni 2026.

Menurut Sumansyah, peta pembinaan prestasi kini sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab NPC setelah adanya penyesuaian kebijakan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel.

"Terkait pemetaan prestasi, kami belum memiliki wacana khusus. Kita semua tahu kondisi anggaran negara dan daerah sedang mengalami efisiensi, dan NPC juga menghadapi tantangan yang sama. Karena itu, kami menyesuaikan langkah sesuai kondisi yang ada," ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan soliditas organisasi tetap terjaga. NPC Kalsel bersama pengurus di 13 kabupaten dan kota berkomitmen terus melakukan penjaringan atlet potensial demi menjaga keberlanjutan prestasi olahraga disabilitas.

"Kami tetap solid. Bersama seluruh pengurus NPC kabupaten dan kota, kami akan terus melakukan pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet yang nantinya menjadi generasi penerus olahraga prestasi disabilitas di Kalimantan Selatan," katanya.

Prioritaskan Atlet Unggulan

Keterbatasan anggaran membuat NPC Kalsel harus menerapkan skala prioritas dalam pembinaan dan pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan nasional.

Sumansyah menyebut, fokus utama saat ini adalah mempertahankan pembinaan atlet senior dan atlet unggulan yang memiliki peluang besar meraih prestasi.

Sementara itu, pembinaan secara masif terhadap atlet pemula belum dapat dilakukan secara optimal karena membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar.

"Kami harus realistis. Dalam kondisi saat ini, prioritas diberikan kepada atlet-atlet yang sudah memiliki prestasi dan potensi bersaing di tingkat nasional," jelasnya.

Dorong Kemandirian Daerah

Sebagai solusi jangka panjang, NPC Kalsel mendorong setiap kabupaten dan kota untuk memperkuat pembinaan secara mandiri.

Peran daerah dinilai sangat penting dalam menemukan dan membina atlet sejak usia dini tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dukungan provinsi.

"Kami meminta komitmen seluruh ketua NPC kabupaten dan kota untuk mengembangkan pembinaan di daerah masing-masing. Dari tingkat provinsi, kami akan melaksanakan seleksi berkelanjutan sebagai persiapan Pelatprov 2027 dan proyeksi Peparnas 2028," ungkap Sumansyah.

Apresiasi Dukungan Pemprov Kalsel

Di tengah kebijakan efisiensi yang berlaku, Sumansyah tetap mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dispora yang selama ini terus mendukung pembinaan atlet disabilitas.

Menurutnya, fondasi pembinaan berkelanjutan telah dibangun melalui program pemusatan latihan provinsi yang rutin dilaksanakan menjelang Peparnas.

"Alhamdulillah dukungan pemerintah daerah selama ini sangat baik. Program pembinaan berkelanjutan melalui Pelatprov 2025 dan 2026 tetap berjalan karena pemerintah provinsi selalu memberikan perhatian terhadap persiapan atlet menuju Peparnas," pungkasnya.

Dengan keterbatasan yang ada, NPC Kalsel kini bertaruh pada kekuatan kolaborasi dan regenerasi. Harapannya, prestasi atlet disabilitas Banua tetap terjaga dan mampu bersaing di level nasional pada Peparnas 2028 mendatang.

Editor : Eddy Hardiyanto
#NPC Kalsel #efisiensi #Pembinaan