Tiga Kali Batal Berangkat, Jemaah Umrah Syakira Tour Tagih Kepastian Refund

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:25 WIB
Puluhan calon jemaah umrah Syakira Tour saat pertemuan dengan pemilik travel di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara. Mereka meminta kepastian keberangkatan dan pengembalian dana setelah jadwal keberangkatan mengalami penundaan sebanyak tiga kali.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
KONFRONTIR: Puluhan calon jemaah umrah Syakira Tour saat pertemuan dengan pemilik travel di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara, Rabu (29/7/2026). Mereka meminta kepastian keberangkatan dan pengembalian dana setelah jadwal keberangkatan mengalami penundaan sebanyak tiga kali.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Harapan puluhan calon jemaah umrah untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci kembali pupus. Setelah tiga kali dijanjikan berangkat, keberangkatan yang difasilitasi Syakira Tour kembali batal.

Kekecewaan memuncak lantaran sebagian jemaah bahkan sudah berada di Bandara Syamsudin Noor, ada pula yang telah menggelar selamatan dan berpamitan dengan keluarga.

Salah seorang keluarga jemaah umrah asal Amuntai, Muhammad Riza Yani mengatakan jadwal keberangkatan semula dijanjikan pihak Syakira Tour pada 23 Juli 2026. Namun, kemudian diundur menjadi 26 Juli 2026 dan kembali dijadwalkan pada 29 Juli 2026.

Ketiga jadwal tersebut akhirnya gagal terlaksana. "Tadi malam kami kembali mendapat kabar kalau keberangkatan dibatalkan," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Rabu (29/7/2026) usai pertemuan dengan pihak travel.

Menurut Riza, para jemaah bukan hanya rugi uang, tetapi juga malu dengan warga. Seluruh persiapan keberangkatan telah dilakukan.

"Kami bukan hanya rugi uang. Kami juga malu kepada masyarakat. Sudah selamatan, sudah menyewa mobil untuk ke Banjarmasin, sudah berpamitan dengan tetangga, ternyata batal lagi," katanya.

Riza menyebut awalnya total calon jemaah yang terdampak 83, rinciannya 13 orang sudah memastikan hanya meminta uang yang sudah disetor dikembalikan. Ongkos yang dikeluarkan sebesar Rp30.400.000 per jemaah.

"Jemaah dari Amuntai ada 10 orang. Kami masih bermusyawarah, apakah tetap berangkat atau meminta refund. Harapan kami sederhana, secepatnya ada kepastian. Kalau refund, uang segera dikembalikan. Kalau tetap berangkat, jadwalnya harus jelas," ujarnya.

Selama ini, kata Riza, alasan yang selalu disampaikan pihak travel adalah proses penerbitan visa yang belum selesai.

Namun, belakangan beredar informasi di kalangan jemaah bahwa dana keberangkatan diduga telah digunakan untuk memberangkatkan kelompok jemaah sebelumnya.

Dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak travel.

Terpisah, Pemilik Syakira Tour, Nofal yang ditemui Radar Banjarmasin mengakui pihaknya telah menawarkan dua opsi penyelesaian kepada para jemaah.

"Pertama, reschedule pada Oktober sampai November secara serentak atau bertahap mulai September dengan kuota 10 sampai 15 orang setiap keberangkatan. Kedua, refund. Namun refund memang belum bisa langsung direalisasikan. Insya Allah kami targetkan seluruhnya selesai paling lama tiga bulan ke depan," katanya.

Menurut Nofal, penundaan keberangkatan terjadi akibat kendala dalam proses penerbitan visa, sehingga jadwal penerbangan yang telah dipersiapkan tidak dapat digunakan.

"Seluruh data jemaah sudah kami input dan proses visa masih berjalan. Karena visa belum terbit, keberangkatan harus dijadwalkan ulang," jelasnya.

Ia juga menyebut kondisi harga tiket pesawat yang tinggi, serta terbatasnya ketersediaan kursi menjadi kendala untuk memberangkatkan seluruh jemaah sekaligus.

"Kalau mencari tiket H-1 atau H-2 sangat sulit, apalagi untuk rombongan sekitar 70 orang. Karena itu kami menawarkan keberangkatan bertahap mulai September atau serentak pada Oktober hingga November," ujarnya.

Ia menambahkan sekitar 70 jemaah masih menunggu kepastian keberangkatan. Sementara, sebagian lainnya telah memilih mengajukan refund.

Pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut melalui penjadwalan ulang maupun pengembalian dana sesuai kesepakatan dengan para jemaah.

Di sisi lain, para jemaah berharap persoalan ini segera menemukan titik terang. Mereka meminta kepastian, baik terkait jadwal keberangkatan maupun pengembalian dana, agar ketidakpastian yang telah berlangsung selama beberapa pekan tidak terus berlarut.

Editor : Arif Subekti
syakira tour kecewa setelah tiga kali mengalami penundaan memilih mengajukan refund jemaah umrah banjarmasin