BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan prestasi maksimal pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Kalsel yang digelar di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kafilah Banjarmasin berisi 130 orang. Mereka terdiri dari qari dan qariah, pelatih, serta ofisial yang akan mengikuti seluruh cabang perlombaan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar optimistis kafilah Kota Seribu Sungai mampu bersaing dan meraih hasil terbaik. “Harapan kita tentu Banjarmasin bisa meraih kemenangan. Dari semua cabang lomba, kita memiliki utusan. Yang paling diunggulkan adalah cabang tilawah, baik kategori dewasa, remaja maupun anak-anak,” ujarnya, Senin (22/6).
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah peserta yang memperkuat kafilah Banjarmasin tercatat memiliki pengalaman bertanding hingga tingkat nasional, dan telah mengukir berbagai prestasi.
Menurut Tezar, kualitas peserta harus didukung pelayanan terbaik selama pelaksanaan MTQ. Karena itu, peran ofisial, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menjadi sangat penting. “Kami berharap ofisial, Kesra dan LPTQ bisa memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Mereka harus sehat dan mendapatkan fasilitas yang memadai agar dapat tampil lebih prima dan maksimal,” katanya.
Kepala Bagian Kesra Kota Banjarmasin, Juli Khair menegaskan target yang dipasang tidak main-main. Pemko berharap kafilah Banjarmasin mampu unggul dari daerah lain. Apalagi seluruh peserta telah menjalani pembinaan dan persiapan secara intensif sebelum diberangkatkan ke arena perlombaan. “Kami berharap Kafilah Kota Banjarmasin bisa meraih juara umum,” ujarnya.
Juli menjelaskan, kesiapan peserta tidak hanya diukur dari kemampuan membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur'an sesuai cabang yang diikuti. Mental bertanding juga menjadi faktor penting yang menentukan hasil akhir. “Kesiapan mental saat tampil di hadapan dewan hakim juga menjadi perhatian utama,” katanya.
Sebagai bagian dari pemantapan, Pemko Banjarmasin telah menggelar simulasi MTQ pada 14 Juni 2026. Kegiatan tersebut dirancang menyerupai suasana perlombaan sesungguhnya agar peserta terbiasa menghadapi tekanan kompetisi. “Simulasi ini menjadi sarana pembinaan, evaluasi kemampuan, sekaligus penguatan mental sebelum berlaga di tingkat provinsi,” jelasnya. Melalui berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemko Banjarmasin berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, keikutsertaan dalam MTQ juga diharapkan menjadi sarana memperkuat syiar Islam, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an. “Sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan, dukungan kepada kafilah akan terus diberikan selama pelaksanaan MTQ berlangsung,” tutup Juli.(lan/az/dye)
Editor : Arief