RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Sebanyak 94 anggota kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi dilepas menuju Kabupaten Barito Kuala untuk mengikuti MTQN XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Pelepasan dilaksanakan di Gedung Mahligai Inspirasi Al-Qur'an HST, Jumat (19/6/2026).
Dari total rombongan yang diberangkatkan, sebanyak 53 orang merupakan peserta yang akan mengikuti berbagai cabang perlombaan. Selebihnya terdiri dari official, pelatih dan pendamping yang akan mendukung jalannya pertandingan selama pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.
Keikutsertaan kafilah HST tahun ini merupakan hasil pembinaan yang telah dilakukan sejak berakhirnya MTQ tingkat Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Kecamatan Hantakan pada Oktober 2025 lalu. Berbagai program pelatihan, pembinaan hingga training center terus dilaksanakan untuk mempersiapkan para peserta menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Pemkab HST menilai kesiapan kafilah tahun ini lebih matang dibanding tahun sebelumnya. Selain menargetkan peningkatan prestasi, keikutsertaan para peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qurani dan memperkuat syiar Al-Qur'an di daerah.
Wakil Bupati Kabupaten HST yang juga Ketua Umum LPTQ HST, Gusti Rosyadi Elmi mengatakan persiapan peserta telah dilakukan selama berbulan-bulan melalui pembinaan berkelanjutan bersama para pelatih di masing-masing cabang lomba.
“Persiapannya sudah berbulan-bulan sejak tahun lalu. Kita sudah beberapa kali melaksanakan training center dan latihan mandiri bersama pelatih masing-masing. Insya Allah kesiapan tahun ini lebih baik,” ujarnya.
Pada pelaksanaan MTQ tahun ini, HST juga menargetkan peningkatan prestasi dibanding tahun sebelumnya yang menempati peringkat ke-11 tingkat provinsi.
“Tahun kemarin peringkat 11. Mudah-mudahan tahun ini bisa masuk delapan atau sembilan besar, minimal peringkat sembilan,” katanya.
Meski hampir seluruh cabang perlombaan diikuti, masih terdapat beberapa cabang yang belum dapat diikuti karena keterbatasan sumber daya peserta. Salah satunya pada cabang tafsir yang mensyaratkan hafalan Al-Qur'an 30 juz serta kemampuan berbahasa Arab, Inggris dan Indonesia.
Namun demikian, HST tetap berkomitmen mengandalkan putra-putri asli daerah sebagai peserta MTQ tanpa mendatangkan peserta dari luar daerah.
“Kita berkomitmen bahwa peserta atau kafilah ini memang asli Hulu Sungai Tengah. Kita tidak menyewa orang luar daerah, sehingga potensi anak-anak Banua inilah yang terus kita bina dan kita majukan,” jelasnya.
Selain berorientasi pada prestasi, para peserta juga diharapkan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur'an serta menjaga nama baik daerah selama mengikuti MTQ tingkat provinsi.
Sementara itu, salah satu peserta cabang Syarhil Qur'an Putri, Siti Fatimah, mengaku optimistis menghadapi perlombaan setelah menjalani persiapan yang cukup panjang bersama timnya.
Ia menyebut kesiapan timnya saat ini telah mencapai sekitar 95 persen setelah menjalani latihan hampir setiap hari.
“Harapan utama kami tentu ingin mensyiarkan Al-Qur'an. Semoga saat tampil nanti berjalan lancar, tidak ada kesalahan dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.
Kafilah Hulu Sungai Tengah dijadwalkan mengikuti berbagai cabang perlombaan pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 dengan harapan mampu meningkatkan prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Editor : Fauzan Ridhani