Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bupati HSU Buka Pelatihan Tajhiz Al-Janazah, Dorong Regenerasi Pemulasaraan Jenazah

M Akbar Radar Banjarmasin • Senin, 15 Juni 2026 | 09:15 WIB
MOMEN: Bupati HSU, H Sahrujani (dua dari kiri) hadir dan membuka Pelatihan Tajhiz Al-Janazah yang digelar PC Muslimat NU Amuntai di Aula KH Idham Chalid, Minggu (14/6/2026).(Foto: Pemkab HSU)
MOMEN: Bupati HSU, H Sahrujani (dua dari kiri) hadir dan membuka Pelatihan Tajhiz Al-Janazah yang digelar PC Muslimat NU Amuntai di Aula KH Idham Chalid, Minggu (14/6/2026).(Foto: Pemkab HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), H Sahrujani membuka Pelatihan Penyelenggaraan Memandikan dan Mengafani Jenazah (Tajhiz Al-Janazah) yang digelar PC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Amuntai di Aula KH Idham Chalid Amuntai, Minggu (14/6/2026).

Pelatihan bertema Mengubah Mindset Kita dari Takut Menjadi Berani untuk Memandikan dan Mengafani Jenazah Keluarga Sendiri itu diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten HSU. Hadir pula Ketua TP PKK HSU, Hj Murniati Sahrujani dan Ketua Komisi II DPRD HSU, Ketua STIQ Amuntai, Ketua Muslimat NU HSU beserta jajaran pengurus, tokoh agama, alim ulama, dan anggota organisasi Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, Sahrujani mengapresiasi inisiatif Muslimat NU Amuntai yang menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan keterampilan teknis pemulasaraan jenazah, tetapi juga membangun keberanian masyarakat untuk menjalankan kewajiban agama.

“Pelatihan ini penting untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya kaum ibu, dari rasa takut menjadi berani dan siap membantu mengurus jenazah anggota keluarga maupun masyarakat sekitar. Ini merupakan amal ibadah yang mulia dan bagian dari kewajiban fardhu kifayah,” ujarnya.

Ia menilai kebutuhan tenaga pemulasaraan jenazah yang terampil semakin penting di tengah perkembangan zaman. Karena itu, regenerasi kader yang memahami tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam dan tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah perlu terus dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Sahrujani juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan keagamaan melalui penyediaan fasilitas terpadu pemulasaraan jenazah. Fasilitas itu nantinya diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk proses pemandian, pengafanan hingga pelaksanaan salat jenazah dalam satu kawasan.

“Ke depan kami ingin menghadirkan fasilitas yang memberikan kemudahan dan pelayanan yang layak bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah kedukaan. Namun, fasilitas itu harus didukung sumber daya manusia yang terampil dan siap melayani,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan masing-masing serta menjadi bekal dalam membantu masyarakat saat menghadapi peristiwa kematian.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik langsung memandikan serta mengafani jenazah yang dipandu narasumber berpengalaman. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir kader-kader Muslimat NU yang mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial keagamaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat.

Editor : Fauzan Ridhani
#mengafani jenazah #Sahrujani #Amuntai #Kabupaten Hulu Sungai Utara #pelatihan