RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - Teror pembakaran rumah kosong yang meresahkan warga Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, mulai memunculkan respons kolektif dari masyarakat.
Tak hanya memperkuat pengamanan lingkungan, warga di sejumlah desa kini menggelar salat hajat dan doa bersama sebagai ikhtiar memohon perlindungan serta berharap rentetan teror tersebut segera berakhir.
Kegiatan doa bersama dilaksanakan di masjid-masjid desa, baik setelah salat Magrib berjamaah maupun usai salat Jumat.
Camat Tanta, Rofiq Aziddin, mengatakan masyarakat mulai menjalankan imbauan yang sebelumnya disepakati dalam rapat koordinasi bersama aparat desa se-Kecamatan Tanta.
"Warga sudah mulai melaksanakan imbauan kami untuk menggelar salat dan doa bersama ini menghadapi teror tersebut. Mudahan saja segera berakhir," ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Selain pendekatan spiritual, upaya pengamanan lingkungan juga mulai diperkuat melalui pelaksanaan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di sejumlah desa.
Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan warga sekaligus mencegah terjadinya aksi serupa di kemudian hari.
Rofiq menyebut, pihak kecamatan bersama unsur keamanan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Bahkan pada malam hari, dirinya berencana turun langsung bersama jajaran Koramil dan Polsek Tanta untuk meninjau pelaksanaan siskamling di desa-desa.
"Kami akan melihat langsung pelaksanaan siskamling dan memastikan masyarakat merasa lebih aman," katanya.
Meski kondisi wilayah saat ini relatif kondusif, rasa cemas masih menyelimuti sebagian warga akibat rentetan peristiwa yang terjadi sebelumnya.
Menurut Rofiq, trauma dan kekhawatiran masih dirasakan masyarakat. Bahkan suara sirene kendaraan saja kerap membuat sebagian warga panik dan waswas.
"Masyarakat resah. Mereka tidak bisa mendengar bunyi sirene sedikit saja. Kasihan," ujarnya.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak teror tidak hanya berupa kerugian fisik, tetapi juga meninggalkan tekanan psikologis bagi masyarakat.
Karena itu, selain penguatan pengamanan lingkungan, dukungan moril dan kebersamaan warga dinilai menjadi modal penting untuk memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.
Warga pun berharap aparat segera mengungkap pelaku di balik teror pembakaran rumah kosong yang selama ini meresahkan, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa dihantui rasa takut.
Editor : Eddy Hardiyanto