Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sosok Abu Yazid Bustami, Sahabat Petani HSU Yang Berpulang Saat Berhaji 

M Akbar Radar Banjarmasin • Minggu, 31 Mei 2026 | 14:55 WIB
KENANGAN: Almarhum Abu Yazid Bustami (tengah depan) saat bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayah Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten HSU. (Foto: Koleksi PPL HSU) 
KENANGAN: Almarhum Abu Yazid Bustami (tengah depan) saat bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayah Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten HSU. (Foto: Koleksi PPL HSU) 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM.
AMUNTAI – Kepergian H. Abu Yazid Bustami bin H. Masdar Mahdi saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan-rekan yang pernah bekerja bersamanya di lapangan.

Bagi kalangan penyuluh pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), sosok Abu Yazid bukanlah nama asing. Almarhum yang bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Sungai Tabukan dikenal sebagai pribadi sederhana, ramah, dan selalu siap berbagi ilmu kepada sesama rekan kerja.

Kabar wafatnya almarhum di Rumah Sakit Mina Al-Wahdi, Arab Saudi, pada Jumat (29/5) pukul 20.56 waktu setempat, menjadi pukulan tersendiri bagi mereka yang pernah mendampingi perjuangan almarhum membina para petani di daerah.

Salah seorang rekan kerja, H. Ikak Hideaki, mengenang Abu Yazid sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap tugasnya. Menurut dia, almarhum tidak pernah segan membimbing rekan-rekan yang lebih muda maupun berbagi pengalaman saat menjalankan tugas penyuluhan di lapangan.

"Beliau orang yang sangat baik. Dalam bekerja di lapangan selalu membimbing dan memberikan arahan kepada rekan-rekan. Jiwa kekawanannya juga sangat tinggi," ujar Ikak saat mengenang almarhum, Minggu (31/5) 

Di mata rekan sejawat, Abu Yazid dikenal dekat dengan para petani. Ia tidak hanya datang untuk menjalankan tugas administratif, tetapi juga hadir sebagai sahabat yang mendengarkan keluhan dan membantu mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian.

Karakter rendah hati yang dimiliki almarhum membuatnya mudah diterima di mana pun bertugas. Senyum yang selalu mengembang dan sikap santunnya menjadi kenangan yang terus melekat bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten HSU, H. Hafizi, sebelumnya membenarkan wafatnya jemaah haji asal HSU tersebut. Almarhum tergabung dalam Kloter BDJ 11 dan berasal dari Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah.

Kepergian Abu Yazid saat menunaikan rukun Islam kelima seakan menjadi penutup perjalanan hidup seorang abdi pertanian yang selama ini mengabdikan dirinya untuk kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani di daerah.

Bagi keluarga, sahabat, dan rekan kerja, almarhum meninggalkan jejak keteladanan yang tidak mudah dilupakan. Sosok yang bersahaja, ringan tangan, dan selalu mengedepankan kebersamaan itu kini telah berpulang.

Namun, kenangan tentang dedikasi dan pengabdiannya akan tetap hidup di tengah masyarakat, terutama di kalangan para penyuluh dan petani yang pernah merasakan manfaat dari ilmu serta perhatian yang ia berikan.

Editor : Arif Subekti
#penyuluh pertanian lapangan #sosok ppl penuh dedikasi #HSU #jemaah haji