RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Momentum Iduladha membawa berkah tersendiri bagi pedagang bumbu masak tradisional di Pasar Bauntung Banjarbaru.
Pantauan pada Jumat (29/5/2026), lapak-lapak penjual bumbu tampak ramai diserbu pembeli yang berburu racikan praktis untuk mengolah daging kurban.
Salah seorang pedagang bumbu masak, Aisyah, mengaku penjualan meningkat drastis dibanding hari biasa.
“Kalau hari biasa kami cuma habis satu toples per varian bumbu. Tapi kalau musim hari haji seperti ini, bisa habis sampai tiga toples untuk masing-masing jenis bumbu,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Aisyah menjual beragam jenis bumbu tradisional, mulai dari bumbu karih, rawon, rendang, opor, bistik, soto hingga bumbu asam.
Dari seluruh varian tersebut, bumbu rawon dan rendang menjadi yang paling cepat habis diburu pembeli.
“Paling laku itu bumbu rawon dan bumbu rendang, itu yang paling cepat habis,” katanya.
Penjualan Naik Tiga Kali Lipat
Satu toples besar bumbu milik Aisyah memiliki kapasitas sekitar tujuh kilogram.
Jika pada hari biasa ia hanya mampu menjual sekitar tujuh kilogram per jenis bumbu, saat momentum Iduladha penjualan melonjak hingga 21 kilogram per varian dalam sehari.
Lonjakan permintaan ini juga terjadi di tengah kenaikan harga bahan baku bumbu yang sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.
“Harga bumbu naik yang semula berada di angka Rp50 ribu per kilogram, kini tertahan di harga Rp60 ribu per kilogram,” sebutnya.
Meski harga naik, minat masyarakat membeli bumbu siap pakai tetap tinggi.
Para pedagang pun menyiasatinya dengan melayani pembelian secara eceran agar tetap terjangkau bagi konsumen.
“Rata-rata pembeli tidak langsung beli satu kilo. Kebanyakan eceran, mulai Rp10 ribu saja sudah kami layani dan cukup untuk masakan keluarga,” jelas Aisyah.
Praktis dan Lebih Hemat
Salah seorang pembeli, Uli, warga Guntung Manggis, mengaku sengaja membeli bumbu rendang siap saji untuk mengolah daging kurban di rumah.
Menurutnya, penggunaan bumbu racik siap pakai jauh lebih praktis dan menghemat waktu di dapur.
“Lebih mudah pakai bumbu yang sudah jadi seperti ini. Tinggal dimasukkan saja, tidak perlu repot mengulek atau menggiling lagi,” ujarnya.
Selain praktis, faktor ekonomi juga menjadi pertimbangan utama.
Uli menilai harga bumbu siap pakai masih relatif normal dan justru lebih hemat dibanding membeli bumbu mentah satu per satu.
“Harganya masih normal dan sangat terjangkau. Kalau dihitung-hitung malah lebih hemat dibanding beli bumbu mentah lalu mengolah sendiri,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto