RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, – Rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berhasil dilalui dengan baik oleh jemaah asal Embarkasi Banjarmasin.
Di tengah kepadatan jutaan umat Islam dari berbagai negara di Tanah Suci, pergerakan jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dilaporkan berjalan aman dan lancar hingga Kamis (28/5/2026).
Saat ini, para jemaah mulai memasuki tahapan akhir ibadah haji, termasuk menyelesaikan prosesi lempar jumrah di Mina.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, mengatakan seluruh petugas masih bersiaga penuh di kawasan Jamarat untuk mendampingi mobilitas jemaah selama hari tasyrik.
“Petugas masih sibuk di Jamarat untuk mendampingi jemaah melaksanakan lempar jumrah. Namun sejauh ini pergerakan jemaah dari Arafah, Muzdalifah hingga Mina berjalan lancar,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Lansia dan Jemaah Risiko Tinggi Jadi Prioritas
Menurut Eddy, pengaturan arus pergerakan massa di Mina menjadi salah satu tantangan terbesar selama puncak haji berlangsung.
Karena itu, pendampingan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), hingga tim kesehatan.
Mereka disiagakan di jalur-jalur padat untuk membantu jemaah, khususnya lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi (risti).
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman di tengah kondisi Mina yang sangat padat.
Bersiap Tinggalkan Mina dan Kembali ke Mekkah
Seiring berakhirnya mabit atau bermalam di Mina, fokus operasional PPIH kini mulai bergeser ke tahap pemulangan jemaah dari Mina menuju hotel di Mekkah.
Kloter pertama Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan menjadi rombongan awal yang kembali ke Mekkah untuk menyelesaikan rangkaian akhir ibadah haji.
“Besok kami akan meminta perkembangan informasi lagi karena kloter pertama sudah harus siap kembali ke Mekkah untuk menyelesaikan rukun haji dan persiapan pulang ke Tanah Air,” kata Eddy.
Kembalinya jemaah ke Mekkah menjadi penanda fase akhir operasional haji. Di kota suci tersebut, jemaah masih harus menyelesaikan Thawaf Ifadah dan Sai sebelum nantinya melaksanakan Thawaf Wada atau thawaf perpisahan menjelang kepulangan ke Indonesia.
Secara umum, kondisi kesehatan dan mental jemaah haji Embarkasi Banjarmasin dilaporkan tetap stabil dan terkendali pasca-puncak haji.
Editor : Eddy Hardiyanto