Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

30 Jemaah Haji Kalsel Batal Berangkat, Faktor Usia dan Kesehatan jadi Catatan

Sheilla Farazela • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:23 WIB
KLOTER TERAKHIR: Pemberangkatan jemaah haji kloter BDJ 19 di Embarkasi Banjarmasin, Kamis (21/5) dini hari. 
(HUMAS KEMENHAJ UNTUK RADAR BANJARMASIN).
KLOTER TERAKHIR: Pemberangkatan jemaah haji kloter BDJ 19 di Embarkasi Banjarmasin, Kamis (21/5) dini hari.  (HUMAS KEMENHAJ UNTUK RADAR BANJARMASIN).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Fase pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Banjarmasin resmi berakhir dengan diterbangkannya Kloter BDJ 19, Kamis (21/5) dini hari.

Kloter terakhir ini membawa 353 jemaah gabungan dan petugas menuju Tanah Suci. Mereka berasal dari Kota Banjarmasin, Tabalong, Banjarbaru, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Balangan, Kotabaru, Barito Kuala, serta Sukamara, Kotawaringin Timur, dan Murung Raya.

Dengan keberangkatan BDJ 19, total jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin tahun ini mencapai 6.804 orang. Rinciannya, 6.728 jemaah dan 76 petugas kloter.

Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin H Eddy Khairani mengatakan, operasional pemberangkatan berjalan sesuai jadwal. Namun ada deviasi dari kuota awal karena 30 jemaah batal berangkat. "Plot kuota awal 6.834 orang. Realisasinya ada 30 kursi kosong," katanya. 

Dari jumlah itu, 10 jemaah batal sebelum masuk asrama. Rinciannya, 8 orang meninggal dunia, 1 hamil, dan 1 karena alasan mendesak. 

Sisanya, 20 jemaah batal setelah masuk asrama. Mayoritas karena faktor kesehatan hasil pemeriksaan akhir dan ada pendamping yang menunda keberangkatan untuk menjaga keluarga.

Eddy menyebut tingginya pembatalan akibat kesehatan dan usia menjadi catatan PPIH. Mengingat dominasi jemaah lansia dan risiko tinggi tahun ini, pelayanan humanis diperketat.

Petugas haji daerah dan petugas kloter diinstruksikan memberi pengawasan ekstra pada jemaah uzur, disabilitas, dan perempuan. "Petugas wajib sigap melakukan pendampingan fisik untuk memberi rasa aman kepada jemaah yang memiliki keterbatasan," tegasnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#kalimantan selatan #haji