RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang semakin dekat, persiapan ibadah kurban semakin dimatangkan penyelenggara Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Bahkan, Masjid Al Jihad Banjarmasin diproyeksikan sebagai lokasi penyembelihan hewan kurban terbanyak di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Untuk itu, sarana prasarana, termasuk tenaga yang ahli di bidangnya turut dilibatkan guna mengefektifkan pengerjaan penyembelihan hingga pembagian daging kurban.
Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin, Taufik Hidayat mengatakan, hingga penutupan pendaftaran atau hari ini tercatat sebanyak 100 ekor sapi dan tiga ekor kambing terdaftar sebagai hewan kurban.
Kemudian, pelaksanaan penyembelihan akan dilakukan pada hari kedua Iduladha dan ditargetkan selesai dalam satu hari pada Kamis 28 Mei mendatang.
“Sehabis salat subuh kita langsung melakukan penyembelihan, sorenya sudah selesai,” ujarnya. Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut tak jauh dibandingkan tahun lalu, yakni sebanyak 91 ekor sapi, seluruhnya mampu dituntaskan tuntas selama sehari.
Untuk mendukung proses penyembelihan, panitia kembali menggunakan dua unit restraining box guna mempermudah penanganan sapi saat proses pemotongan berlangsung.
Taufik menyebut, tahun ini panitia juga memperkuat aspek kehalalan penyembelihan dengan melibatkan juru sembelih halal bersertifikat yang telah mendapatkan pelatihan khusus sesuai standar pemerintah.
“Tahun ini kita punya juru sembelih halal. Mereka bersertifikat dan memang ahli di bidangnya,” katanya.
Sementara itu, hewan kurban yang digunakan berasal dari sejumlah daerah peternakan di Kalsel. Pasokan terbesar berasal dari Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, dengan sekitar 45 ekor sapi.
Menurutnya, sapi yang dipilih memiliki standar kualitas tertentu, terutama dari sisi kepadatan daging karena pola pakan yang diterapkan peternak.
“Sapinya memang punya standar, lebih padat dagingnya karena pakannya sudah dipadatkan,” jelasnya.
Terkait biaya kurban, pihak masjid menerapkan sistem penyesuaian berdasarkan harga dan berat sapi serta biaya operasional pelaksanaan. Harga per peserta kurban dalam satu ekor sapi bervariasi antara Rp2,55 juta hingga Rp3,2 juta.
“Tidak flat, karena menyesuaikan berat dan harga pembelian sapi, lalu dibagi tujuh orang dalam satu hewan kurban,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah peserta kurban setiap tahun relatif stabil, berkisar antara 80 hingga 90 kelompok pekurban tetap.
Dalam pelaksanaan tahun ini, Masjid Al Jihad melibatkan sekitar 500 panitia, dengan sekitar separuhnya berasal dari kalangan remaja dan pemuda masjid.
Selain itu, kemampuan teknis panitia juga ditingkatkan, khususnya pada proses pengulitan dan pemisahan tulang.
Jika sebelumnya hanya sekitar 20 orang yang memiliki kemampuan tersebut, tahun ini meningkat menjadi sekitar 60 orang.
“Kita tambah tenaga yang punya keahlian pengulitan dan pemisah tulang, sehingga pekerjaan lebih cepat,” katanya.
Panitia juga menambah peralatan pendukung berupa mesin pencincang daging dan tulang agar proses distribusi berjalan lebih efisien.
Menurut Taufik, sistem kerja yang terorganisir menjadi salah satu faktor utama pelaksanaan kurban di Masjid Al Jihad dapat diselesaikan dalam satu hari, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging.
Untuk distribusi, panitia menyiapkan sekitar 10 ribu kupon. Sebanyak 8.400 kupon di antaranya dibagikan kembali kepada para pekurban untuk disalurkan kepada masyarakat.
“Setiap pekurban mendapat 12 kupon per jiwa untuk dibagikan kembali,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti