Imbauan itu disampaikan menyusul temuan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI terkait dugaan pungli layanan kursi roda yang menyasar jamaah lansia di kawasan Masjidil Haram, Makkah.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, menegaskan praktik semacam itu tidak boleh terjadi karena bertentangan dengan semangat pelayanan haji yang humanis dan berkeadilan.
“Pelayanan terhadap jamaah lansia harus mengedepankan empati dan perlindungan. Jika ada praktik pungutan tidak wajar atau pemanfaatan kondisi jamaah, tentu itu sangat kami sesalkan dan harus dicegah bersama,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026)..
Menurut Eddy, potensi jamaah asal Embarkasi Banjarmasin terdampak cukup besar karena komposisi jamaah tahun ini didominasi kelompok lanjut usia.
Dari total 6.728 jamaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sebagian masuk kategori lansia dan jamaah dengan kebutuhan layanan khusus.
Kelompok tersebut umumnya membutuhkan pendampingan mobilitas, termasuk penggunaan kursi roda saat menjalani ibadah di Masjidil Haram maupun menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Karena itu, PPIH Embarkasi Banjarmasin meminta jamaah tidak mudah menggunakan jasa pihak tidak resmi yang menawarkan bantuan personal dengan tarif tinggi.
Eddy mengatakan pihaknya sebelumnya telah memberikan pembekalan khusus kepada petugas kloter dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) terkait pelayanan ramah lansia, disabilitas, dan jamaah risiko tinggi.
Petugas juga diingatkan agar jamaah tidak berhubungan langsung dengan mukimin yang menawarkan jasa dorong kursi roda di luar layanan resmi yang disiapkan otoritas Arab Saudi.
“Petugas jangan hanya fokus pada administrasi dan pergerakan jamaah, tetapi juga harus hadir memberikan rasa aman agar jamaah tidak menjadi sasaran oknum yang mengambil keuntungan,” katanya.
Selain itu, PPIH mengaku telah memetakan jamaah lansia dan risiko tinggi sejak di Asrama Haji Banjarmasin.
Petugas kesehatan serta pendamping kloter juga diminta mengetahui kondisi jamaah prioritas agar penanganan lebih cepat dilakukan bila diperlukan.
Kanwil Kemenhaj Kalsel juga membuka jalur pengaduan apabila ada jamaah asal Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah, yang mengalami pungutan tidak wajar atau menjadi korban praktik percaloan jasa kursi roda.
“Laporan dapat disampaikan melalui ketua kloter, petugas PPIH Arab Saudi, TPHD, sektor layanan di Makkah, hingga Posko Haji Embarkasi Banjarmasin,” imbaunya.
Di sisi lain, kondisi jamaah haji asal Kalselteng menjelang puncak Armuzna dilaporkan relatif stabil.
Meski sempat ada beberapa jamaah menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi, sebagian besar telah kembali bergabung bersama kloternya.
Saat ini masih terdapat satu jamaah yang menjalani perawatan intensif.
Karena itu, lugas Eddy, PPIH terus mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, dan membatasi aktivitas di tengah suhu ekstrem Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji.
“Petugas harus hadir memberi rasa aman agar jamaah tidak menjadi sasaran oknum yang mencari keuntungan,” tutup Eddy.
Editor : Arif Subekti