RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sebanyak 80 juru sembelih kurban dari berbagai kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mendapat pembekalan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemotongan Hewan Kurban yang digelar Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (PPP) Kabupaten HSS, Kamis (21/5/2026), di Gedung Pramuka HSS.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para juru sembelih mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), sehingga pelaksanaan kurban saat Iduladha dapat berjalan sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan pangan.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan HSS, Rony Ariady, mengatakan bahwa bimtek ini juga menjadi upaya memastikan status kehalalan hewan kurban tetap terjaga sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan benar sehingga daging yang dihasilkan tetap halal, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama, yakni tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam yang disampaikan Ketua MUI HSS, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan penanganan daging kurban dari UPTD Pembibitan dan Pengembangan Ternak, serta manajemen kurban dan teknik mengasah bilah dari DPD Juru Sembelih Halal HSS.
Ketua MUI HSS, TGH Muhammad Zailani, menekankan pentingnya memperlakukan hewan kurban dengan baik sebelum proses penyembelihan dilakukan.
“Hewan yang disembelih harus benar-benar sehat. Saat merebahkan hewan kurban untuk disembelih juga harus dilakukan dengan lemah lembut, jangan sampai dengan kekerasan apalagi hingga membuat hewan menjadi cacat, karena itu bisa berpengaruh terhadap sah atau tidaknya kurban,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPP HSS, Hj. Lutfiana, menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas dan kehalalan daging kurban yang nantinya dikonsumsi masyarakat.
“Ini sebagai bentuk dukungan kami untuk menjamin kesehatan dan kehalalan daging dari hewan kurban yang disembelih pada Iduladha nanti,” ujarnya.
Dengan adanya pembekalan ini, para juru sembelih kurban diharapkan mampu menerapkan proses penyembelihan yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), sehingga daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga terjamin kualitas dan keamanannya untuk dikonsumsi.
Editor : Arif Subekti