Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

7 Jemaah Kloter BDJ 10 Masuk Pengawasan Ekstra

Sheilla Farazela • Rabu, 29 April 2026 | 15:15 WIB
para lansia Calon Jemaah Haji yang perlu mendapat perhatian khusus (SHEILLA /RARA BANJARMASIN 
para lansia Calon Jemaah Haji yang perlu mendapat perhatian khusus (SHEILLA /RARA BANJARMASIN 
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru memperketat pemantauan kesehatan terhadap calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter BDJ 10. 
 
Berdasarkan pemetaan terbaru, terdapat 50 jemaah yang menjadi prioritas pengawasan, dengan tujuh di antaranya memerlukan perhatian khusus akibat kondisi kesehatan yang cukup rentan.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Siti Ningsih mengungkapkan bahwa Kloter BDJ 10 merupakan gabungan dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar dengan total ada 358 jemaah, di mana 179 jemaah berasal dari Banjarbaru.
 
"Kondisinya cukup variatif. Dari data kami, 36 persen jemaah tergolong tidak berisiko tinggi dan 42 persen risiko ringan. Namun, ada masing-masing 11 persen yang masuk kategori risiko sedang dan risiko berat," ujar Siti kepada awak media, Rabu (29/4).
 
Siti merinci, tujuh jemaah yang masuk dalam zona merah pengawasan tersebut rata-rata memiliki penyakit penyerta (komorbid). Di antaranya adalah diabetes melitus, hipertensi, gangguan jantung, hingga anemia. 
 
Faktor usia yang sudah lanjut (lansia) memperbesar risiko tersebut saat menjalani prosesi ibadah di Tanah Suci nantinya.
 
"Untuk jemaah BDJ 010, hampir 26 Persen persen merupakan lansia bahkan, satu di antara jemaah tersebut terdeteksi mengalami demensia.
 
Terkait hal ini, Dinkes telah mengambil langkah preventif dengan mewajibkan adanya pendamping khusus serta melakukan visitasi langsung ke rumah jemaah.
 
"Untuk jemaah dengan demensia, wajib ada pendamping. Kami sudah lakukan kunjungan rumah (*home visit*) untuk memastikan kesiapan fisik dan ketersediaan obat-obatan selama di sana," tegasnya.
 
Selain pemeriksaan klinis, Dinkes bersama petugas kloter telah melakukan visitasi menyeluruh kepada seluruh jemaah kategori prioritas. 
 
Langkah ini diambil untuk memastikan kelayakan berangkat (istitha'ah) dari sisi kesehatan.
 
Siti mengingatkan peran vital pendamping jemaah dalam menjaga stabilitas kondisi fisik. Mengingat, perubahan lingkungan dan suhu yang ekstrem di Arab Saudi kerap menjadi pemicu memburuknya kondisi kesehatan jemaah yang memiliki riwayat penyakit.
 
"Pendamping harus sigap membantu, terutama menjaga ritme aktivitas jemaah agar kondisi kesehatan tetap stabil hingga kembali ke tanah air," pungkasnya.
 
Berikut Data Kesehatan Kloter BDJ 10:
 Total Jemaah: 358 Orang
 Risiko Ringan: 42%
 Risiko Sedang:11%
 Risiko Berat: 11%
 
 Prioritas Pengawasan: 50 Jemaah
 Atensi Khusus: 7 Jemaah (Diabetes, Jantung, Demensia)
Editor : Arif Subekti
#pengawasan #Banjarbakula #banjarbaru #prioritas #jemaah haji