RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru– Operasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah di Bumi Lambung Mangkurat resmi dimulai. Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin melepas keberangkatan rombongan Calon jemaah haji (CJH) kloter pertama Embarkasi Banjarmasin di Asrama Haji Banjarmasin, Kamis (23/4) malam.
Meski sempat mengalami pergeseran jadwal terbang dari rencana awal pukul 00.05 Wita, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut rombongan CJH asal Banjarmasin tersebut akhirnya sukses lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Jumat (24/4) pukul 00.39 Wita.
"Hari ini jemaah asal Kota Banjarmasin yang berangkat. Total ada 360 orang dalam manifes awal, dan mereka akan langsung mendarat di Madinah," terang Muhidin saat ditemui di Banjarbaru.
Namun, tercatat satu jemaah terpaksa batal berangkat bersama rombongan lantaran harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi ini membuat jumlah jemaah yang terbang menjadi 359 orang.
Muhidin menegaskan bahwa kursi yang kosong tidak dapat diisi oleh jemaah dari kloter lain karena alasan administratif dan teknis keberangkatan yang sudah terkunci.
Lebih jauh, mengingat kondisi geografis Arab Saudi yang menantang, Muhidin memberikan atensi khusus pada aspek kesehatan. Ia meminta jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ibadah wajib, terutama saat baru tiba di Tanah Suci.
"Jangan minum sembarangan, usahakan air yang diminum direbus dulu. Untuk kloter pertama ini, saya minta jangan terlalu banyak aktivitas fisik yang tidak perlu. Simpan tenaga untuk puncak haji nanti agar menjadi haji yang mabrur," pesan Muhidin.
Ia juga menginstruksikan jemaah untuk proaktif. Jika merasa kondisi fisik menurun atau mulai merasa tidak enak badan, jemaah diminta segera melapor kepada tim medis yang mendampingi di setiap kloter.
Sementara itu, Dirjen Pengendalian Kementerian Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, melaporkan bahwa gelombang kedatangan kloter pertama dari berbagai provinsi di Indonesia telah mendarat di Madinah secara bertahap.
"Seluruh jemaah sudah mendapatkan pelayanan dan langsung ditempatkan di hotel sesuai zonasi yang telah ditetapkan," kata Harun.
Mengenai cuaca di Madinah, Harun menyebut saat ini wilayah tersebut tengah memasuki fase transisi dari musim dingin ke musim panas. Meski saat ini suhu dinilai masih cukup bersahabat, ia mengingatkan bahwa suhu udara bisa melonjak drastis sewaktu-waktu.
"Cuaca sekarang masih relatif baik, tapi biasanya saat puncak haji nanti suhu akan mencapai titik tertinggi. Kami terus mengimbau jemaah banyak minum air putih dan membatasi kegiatan di luar ruangan sebelum prosesi puncak haji dimulai," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti