Kurangi Risiko Kelelahan di Muzdalifah, 80 Jemaah Haji Banjar Berangkat dengan Skema Murur

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Minggu, 19 April 2026 | 14:52 WIB
Jemaah calon haji asal Kabupaten Banjar mengikuti pelepasan di Masjid Nurul Iman, Sabtu (18/04/2026). (Fadlan Zakiri/ Radar Banjarmasin)
Jemaah calon haji asal Kabupaten Banjar mengikuti pelepasan di Masjid Nurul Iman, Sabtu (18/04/2026). (Fadlan Zakiri/ Radar Banjarmasin)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Sebanyak 80 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Banjar tahun ini akan diberangkatkan dengan skema khusus murur. 
 
Mayoritas dari mereka merupakan jemaah yang lanjut usia (lansia) dan masuk kategori risiko tinggi (risti).
 
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemnhaj) Banjar, H Erfan Maulana menjelaskan, skema ini diterapkan sebagai upaya menjaga kondisi fisik jemaah saat menjalani puncak ibadah haji, khususnya di Muzdalifah dan Mina.
 
Menurutnya kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pelayanan untuk melindungi jemaah rentan.
 
“Sekitar 80 jemaah kita masuk dalam skema murur, mayoritas lansia dan risti, agar kondisi fisik mereka tetap terjaga saat puncak ibadah haji,” ungkapnya kepada awak media.
 
Dijelaskannya, bahwa pergerakan jemaah yang berangkat sama dengan skema murur sedikit berbeda dengan jemaah yang lain.
 
Saat puncak ibadah haji, khususnya di Muzdalifah, mereka tidak turun dari kendaraan. 
 
Jemaah hanya melintas dan singgah sejenak di dalam bus tanpa bermalam, sebelum langsung diberangkatkan menuju Mina. 
 
Berbeda dengan skema normal yang mengharuskan jemaah turun dan bermalam (mabit) di Muzdalifah, murur memberi keringanan agar jemaah tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah tanpa terbebani kondisi fisik.
 
Selain itu, terdapat pula jemaah dalam kategori risiko tinggi yang jumlahnya cukup signifikan. 
 
Khusus di kloter dua, tercatat sebanyak 127 orang masuk kategori risti dengan kondisi kesehatan yang perlu pemantauan intensif.
 
Beberapa di antaranya masih dalam pengawasan karena kondisi kesehatan yang fluktuatif, seperti tekanan darah dan kadar hemoglobin.
 
“Data kesehatan terus kami perbarui. Harapannya saat keberangkatan nanti kondisi mereka sudah stabil,” tambahnya.
 
Secara keseluruhan, jumlah JCH Kabupaten Banjar tahun ini mencapai 671 orang, terdiri dari 292 laki-laki dan 379 perempuan yang akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang.
 
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 jemaah tercatat menggunakan kursi roda. 
 
Mereka tersebar di zona Martapura dan Gambut, menjadi bagian dari kelompok yang mendapatkan perhatian khusus dalam pelayanan.
 
Dari sisi usia, jemaah termuda berusia 13 tahun, sementara yang tertua mencapai 84 tahun. 
 
Adapun mayoritas jemaah berada pada rentang usia 54 hingga 65 tahun, dengan sekitar lima persen di antaranya tergolong lansia.
 
Untuk menunjang kelancaran ibadah, jelas Erfan, setiap kloter nantinya akan didampingi enam petugas yang bertugas memastikan kebutuhan jemaah.
 
“Mulai dari pemenuhan aspek ibadah, kesehatan, hingga logistiknjemaah, akan jadi tanggung jawab mereka (petugas),” ungkapnya 
 
Selain skema murur, layanan khusus lain seperti tanazul juga disiapkan untuk mengakomodasi keterbatasan fisik jemaah.
 
Erfan memastikan bahwa seluruh proses administrasi dan teknis keberangkatan jemaah, telah dipastikan berjalan melalui sistem digital SISKOHAT, serta didukung fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Banjar, termasuk transportasi, konsumsi, dan pendampingan kesehatan.
 
Rencananya keberangkatan JCH Kabupaten Banjar ini dijadwalkan mulai akhir April dalam lima kloter, yakni kloter 2, 10, 11, 15, dan 18.
 
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyie, mengingatkan agar para jemaah senantiasa menjaga kesiapan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji. 
 
Ia juga mengajak jemaah untuk saling membantu, terutama bagi jemaah yang lebih muda agar turut membantu.
 
“Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan rohani untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Tinggalkan urusan duniawi dan fokuslah beribadah,” ujarnya.
 
Ia juga berpesan agar jemaah saling membantu, khususnya kepada lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
 
“Bantulah, bimbinglah, dan rangkul saudara-saudara kita yang menggunakan kursi roda, jangan sampai mereka merasa kesulitan atau tertinggal,” pesannya.
 
“Semoga seluruh jemaah selalu diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa keberkahan,” pungkas Habib Idrus..
Editor : Arif Subekti
kalimantan selatan haji jemaah Banjar