Sekolah Negeri di HSU Perkuat Ekstrakurikuler Tahfiz, Tarik Minat Orang Tua

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 14:18 WIB
PENGUATAN: Sekolah dibawah naungan Disdikbud Kabupaten Hulu Sungai Utara, menguatkan ekstrakurikuler Tahfiz  Al-Quran dalam meningkat animo masyarakat bersekolah di SD negeri. (Foto: Istimewa/Radar Banjarmasin) 
PENGUATAN: Sekolah dibawah naungan Disdikbud Kabupaten Hulu Sungai Utara, menguatkan ekstrakurikuler Tahfiz  Al-Quran dalam meningkat animo masyarakat bersekolah di SD negeri. (Foto: Istimewa/Radar Banjarmasin) 
 
https://radarbanjarmasin.jawapos.com,AMUNTAI - Kearifan lokal masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang kental dengan nuansa agamis turut mempengaruhi pilihan pendidikan. Banyak orang tua cenderung menyekolahkan anak mereka ke lembaga berbasis agama seperti madrasah.
 
Dampaknya, sejumlah sekolah negeri sempat mengalami kesulitan menjaring peserta didik.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten HSU mengambil langkah strategis dengan memperkuat program ekstrakurikuler keagamaan, khususnya tahfiz Al-Qur’an, di sekolah negeri.
 
Kepala Dinas Pendidikan HSU, Rahman Heriadi, mengatakan program tersebut telah berjalan sekitar empat tahun terakhir. Hasilnya, minat masyarakat terhadap sekolah negeri berbasis umum mulai meningkat.
 
“Alhamdulillah, animo orang tua untuk menyekolahkan anak ke sekolah negeri terus meningkat sejak adanya penguatan kegiatan tahfiz,” ujarnya pada media ini, Rabu (15/4/2026). 
 
Ia menjelaskan, ekstrakurikuler tahfiz menjadi wadah pembinaan spiritual bagi siswa dalam mempelajari sekaligus menghafal Al-Qur’an. Program ini juga menghadirkan suasana religius di lingkungan sekolah.
Untuk menunjang kualitas pembinaan, Disdik HSU menggandeng tenaga pengajar dari Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai.
 
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami makna ayat serta tajwid dengan baik,” katanya.
 
Selain itu, kegiatan tahfiz dinilai mampu membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan dan ketekunan. Para peserta dibimbing oleh guru yang kompeten di bidang tajwid dan tahfiz.
 
Bahkan, sejumlah siswa menunjukkan capaian menggembirakan. Ada yang mampu menghafal mulai dari satu hingga tujuh juz Al-Qur’an melalui program tersebut.
 
Rahman berharap, penguatan ekstrakurikuler tahfiz ini dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri, sekaligus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan.
Editor : Arif Subekti
HSU Kalsel Tahfidz Masyarakat 3T