RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Lonjakan jumlah jemaah haji Kabupaten Banjar tahun 2026, memiliki tantangan besar. Dari total 671 jemaah yang akan diberangkatkan, mayoritas berada pada rentang usia 41 hingga 70 tahun. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Berdasarkan pemeriksaan, sebanyak 205 jemaah dinyatakan sehat, sementara 457 lainnya memerlukan pendampingan khusus. Satu orang bahkan belum memenuhi syarat kesehatan. Untuk jemaah cadangan, 11 orang sehat dan 63 orang membutuhkan pendampingan.
Kepala Kemenhaj Banjar, Erfan Maulana, menyebut lonjakan jumlah jemaah tahun ini mencapai 45 persen dibanding 2025, dari 462 menjadi 671 orang. “Seluruh tahapan persiapan terus kami matangkan, mulai dari administrasi, kesehatan hingga kesiapan petugas kloter,” ujarnya saat audiensi dengan Bupati Banjar, Jumat (10/4).
Ratusan jemaah dari Kabupaten Banjar akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter) mulai akhir April hingga pertengahan Mei 2026. Seluruh dokumen administrasi diklaim telah rampung, termasuk paspor, bio-visa, dan kepesertaan BPJS kesehatan.
Mengantisipasi kondisi itu, Kemenhaj menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari monitoring kesehatan mandiri, pendampingan khusus bagi jemaah risiko tinggi, hingga penguatan koordinasi antar petugas. Layanan kesehatan kloter akan ditangani oleh dokter Nia Indah Yuniarti bersama dua perawat, serta didukung Petugas Haji Daerah (PHD) untuk layanan kesehatan dan umum.
Sisi lain, tingginya minat masyarakat untuk berhaji juga tercermin dari panjangnya daftar tunggu. Saat ini, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Banjar mencapai 18.017 orang dengan estimasi masa tunggu sekitar 30 tahun.
Bupati Banjar Saidi Mansyur mengingatkan agar peningkatan jumlah jemaah diikuti dengan kualitas pelayanan yang lebih baik. “Dengan jumlah jemaah yang meningkat, kita harus memastikan pelayanan semakin optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh proses penyelenggaraan haji berjalan aman dan lancar. “Yang terpenting, jemaah bisa berangkat dengan nyaman, menjalankan ibadah dengan baik, dan kembali ke daerah dalam kondisi sehat,” katanya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief