Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kisah Penjaga Makam Raja Pulau Laut Kotabaru ! Dari Kedatangan Ribuan Tamu Setiap Bulan, Hingga Mitos Kesurupan

Jumain Radar Banjarmasin • Jumat, 10 April 2026 | 10:47 WIB
MENJELASKAN: Sumaryo penjaga Kompleks Makam Raja Raja Pulau Laut di Desa Sigam, Kotabaru.
MENJELASKAN: Sumaryo penjaga Kompleks Makam Raja Raja Pulau Laut di Desa Sigam, Kotabaru.

KOTABARU - Kompleks Makam Raja-Raja Pulau Laut di Desa Sigam, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru, terus menjadi magnet wisata religi yang tak pernah sepi pengunjung.

Setiap pekan, ratusan peziarah datang untuk berdoa, membaca Yasin, hingga mengenang sejarah para raja yang pernah memimpin Pulau Laut.

Penjaga makam, Sumaryo, mengatakan kunjungan peziarah terus meningkat, terutama saat akhir pekan.

“Kalau Sabtu-Minggu biasanya ramai. Dalam seminggu bisa sekitar 300 orang datang, sebulan bisa sampai 1.000 sampai 1.500 orang,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Di kompleks makam tersebut, terdapat tiga tokoh utama yang dimakamkan, yakni Pangeran Jaya Sumitra sebagai raja pertama Pulau Laut, Pangeran Abdul Kadir sebagai raja kedua, dan Pangeran Brangta Kesuma.

Menurut Sumaryo, para peziarah datang dari berbagai daerah, mulai dari Tabalong, Banjarmasin, wilayah Banua Anam, Samarinda, hingga Kalimantan Tengah.

“Banyak yang datang rombongan. Ada yang pakai mobil pribadi, ada juga bus besar,” katanya.

Selain menjadi tempat berziarah, kawasan makam kini dinilai semakin nyaman. Pengelola telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti toilet umum dan pelataran luas yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat.

Suasana tenang dan nuansa religius yang kuat menjadi daya tarik utama situs bersejarah tersebut.

Namun, Sumaryo mengingatkan seluruh pengunjung agar menjaga adab selama berada di area makam.

“Di sini harus tetap tenang, jaga sikap, jangan bercanda berlebihan. Pernah ada yang kesurupan karena tidak menjaga etika,” ungkapnya.

Ia menilai, banyak peziarah datang bukan sekadar wisata, melainkan karena dorongan batin yang kuat.

“Rata-rata bilang, datang ke sini itu seperti panggilan hati,” tutup Sumaryo.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Kotabaru #Penjaga Makam #Raja Pulau Laut