Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Memandang Alam, Dua Pandangan Kepada Alam Di Sekeliling Kita

admin • Jumat, 10 April 2026 | 10:11 WIB
H. Muhammad Tambrin
H. Muhammad Tambrin

                Oleh: H. Muhammad Tambrin
                Muasis/Pendiri Ponpes Al Fatih Pelaihari Tala

“Allah Swt Membolehkanmu memandang kepada sesuatu yang ada di balik alam semesta ini, dan Allah tidak mengizinkanmu berhenti beserta zat-zat ini alam semesta. Allah berfirman: katakan! Pandanglah sesuatu yang ada di balik langit, Allah membukakan bagi engkau pintu pemahaman-pemahaman, dan Allah tidak berfirman, pandanglah langit agar Dia tidak menunjukan engkau atas adanya benda-benda ini.”

Hikmah ke-137 dari Al Hikam Imam Ahmad bin Athaillah Assakandari Rahimahullah

                ****

Disyarahkan oleh Al Mukarram Al Allamah Al Arif Billah KH Muhammad Bakhiet maksudnya Allah Swt memerintahkan kita untuk memandang sesuatu yang ada di balik alam semesta ini, dan Allah tidak mengizinkan kita memandang alam ini dan berhenti di situ. Seperti memandang bentuknya alam, keelokan, manfaat dan mudaratnya, hanya sekadar itu, Allah tidak membolehkan yang demikian. Adapun yang dimaksud alam adalah apapun yang selain Allah Swt.

Allah Swt. berfirman: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Perhatikanlah apa saja yang ada di langit dan di bumi!” (Yunus: 110).

Allah menyuruh kita untuk memandang langit, tetapi Dia memerintahkan untuk memandang sesuatu yang ada di balik langit itu, pandanglah gunung, laut, pepohonan jangan terhenti sampai di sana tapi hendaknya teruskan pandangan kita sampai menembus sesuatu yang ada di balik sesuatu.

Ada perbedaan yang besar antara memandang alam dan memandang yang ada di balik alam. Memandang alam mendinding kita dan melupakan kita dari pencipta-Nya Allah Swt.

Kalau kita hanya memandang gunung, tumbuhan dan keindahan lainnya itu membuat kita terdinding dan lupa kepada Allah, karena hanya memandang bentuknya. Dan memandang kepada yang di balik alam ini akan menyampaikan kita kepada mengenali Allah Yang Maha Esa, Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.

Sebagai perumpamaan orang yang hanya memandang alam secara zahir, seperti orang yang datang kepadanya tukang pos yang ganteng atau cantik, di tanganya ada surat yang sangat penting yang di alamatkan kepada kita.

Lalu kita memandangi tukang pos dan lupa membaca surat yang dialamatkan kepada kita. Padahal di dalam surat itu ada keterangan tentang keselamatan dan kebinasaan kita. Setiap sesuatu dari alam laksana tukang pos yang datang kepada kita untuk membawa pesan.

Makanan, minuman adalah alam, maka mereka ini laksana tukang pos dan membawa pesan kepada kita. Pesannya ‘Aku ini adalah bukti adanya Allah, datang dari Allah dan siapa saja yang menyantapku mesti bersyukur kepada Allah serta menggunakan kekuatannya untuk taat kepada Allah Swt'.

Dari sini diketahui, ada dua pandangan kepada alam yang ada di sekeliling kita. Salah satunya adalah satu padangan kepada alam yang mendinding dan membuat kita lupa adanya Allah serta menjauhkan kita dari melihat ayat-ayat Allah.

Itulah keadaan orang-orang yang takjub pada dunia dan perhiasannya, mereka condong dan bergantung pada dunia, sehingga terdinding akal dan pemikiran mereka kepada sesuatu yang ada di balik dunia, terdinding dari membaca pesan yang disampaikan dunia, sehingga akhirnya dia mencintai dunia, lebih cinta daripada Allah, maka mereka binasa dan rugi dunia akhirat.

Pandangan yang kedua, pandangan kepada alam semesta yang menyampaikan kita kepada ma’rifat adanya Allah Yang Maha Esa. Inilah orang yang mampu memandang sampai apa yang ada di baliknya. Orang yang bukan hanya melihat dunia dari sisi keindahannya tapi sudah tembus pandanganya kepada pesan apa yang disampaikan dunia itu.

Itulah keadaan orang-orang yang menjadikan dunia dan seisinya ini laksana tukang pos dan mereka fokus dengan isi suratnya, mereka baca, pahami, amalkan isi suratnya maka mereka beruntung dunia akhirat.

Inilah pandangan kedua, yaitu pandangan yang membuat kita bisa makrifat kepada Allah Swt. Dengan demikian kita mengetahui bahwa pakaian yang kita pakai, makanan yang kita makan, kendaraan yang kita kendarai, rumah yang kita huni, uang yang kita cari dan tabung, semua itu adalah membawa pesan-pesan kepada kita yang apabila kita dapat membaca, memahami, dan amalkan anjuran pesan itu pasti akan beruntung dunia akhirat.

Jadi, Allah Swt. memerintahkan kepada kita jangan memandang hanya sebatas benda dan keelokannya, manfaatnya, tapi pandanglah lebih luas dan jauh daripada itu agar kita bisa melihat tentang adanya Allah dengan segala sifat-Nya.

Allah Swt. berfirman tentang orang yang bisa membaca, memahami dan mengamalkan pesan alam: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata); Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.” (Ali Imran: 191)

Inilah orang-orang yang bisa membaca dan melihat sesuatu yang ada di balik alam semesta. Semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin. (*)

Editor : Arief
#Tarbiyah