BANJARMASIN - Wisata religi di Banjarmasin tetap menjadi magnet kuat saat Idulfitri. Ratusan peziarah memadati Kubah Habib Basirih, Selasa (24/3) siang.
Peziarah datang dari berbagai daerah untuk berziarah ke makam ulama kharismatik Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. Kawasan Kampung Wisata Religi itu dipenuhi lalu-lalang jemaah, dengan kendaraan bus dan mobil yang terus berdatangan.
Selain jalur darat, sebagian peziarah juga memanfaatkan jalur sungai. Kelotok tampak bersandar di dermaga melalui Sungai Martapura.
Ramadayanti dari Barabai, Hulu Sungai Tengah, datang bersama keluarga besar untuk berziarah ke beberapa lokasi sekaligus. “Jadi untuk berziarah kami sekeluarga menggunakan mobil dan menghabiskan waktu berjam-jam. Tujuannya memang mendatangi beberapa tempat untuk ziarah,” ungkapnya.
Lonjakan peziarah juga diakui Husin Luthfie, keturunan Habib Basirih sekaligus Ketua Pokdarwis setempat. Ia menyebut, sejak hari pertama Lebaran, kawasan kubah tak pernah sepi. Akses yang semakin mudah, termasuk layanan susur sungai, dinilai turut mendorong peningkatan kunjungan. “Mulai pukul 09.00 sampai 16.00 Wita, itu cukup padat (peziarah, red),” ujarnya.
Kawasan kubah dibuka 24 jam untuk mengakomodasi peziarah dari luar daerah yang datang hingga malam hari. “Kita buka 24 jam, supaya peziarah dari luar daerah tetap bisa berziarah atau beristirahat meskipun datang malam hari,” jelasnya.
Pengelolaan kawasan, termasuk layanan wisata susur sungai yang menghubungkan sejumlah destinasi religi di Banjarmasin, turut ditangani Pokdarwis setempat.
Sekadar diketahui, Habib Basirih (Habib Hamid bin Abbas Bahasyim) adalah seorang ulama karismatik dan wali keturunan Rasulullah SAW yang sangat dihormati di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin. Beliau hidup pada era kolonial hingga penjajahan Jepang (wafat 1949) dan dikenal dengan karamah serta kebiasaan berkhalwat. Makamnya di Basirih menjadi pusat wisata religi di Banjarmasin. Habib Basirih membimbing umat dalam ajaran Islam (tauhid, fikih, tasawuf) dan aktif berdakwah di Kalsel. Haul Habib Basirih rutin dilaksanakan setiap tahun, dan dihadiri ribuan jemaah, menjadikannya salah satu ikon wisata religi utama di Banjarmasin.
Wisata Religi Banjarmasin Ramai Lebaran
Lokasi utama:
- Kompleks Makam Sultan Suriansyah.
- Kubah Habib Basirih.
Akses:
- Darat (mobil, bus).
- Sungai (kelotok).
Keunggulan Jalur Sungai Kuin – Sungai Martapura :
- Bebas macet.
- Lebih santai.
Tarif kelotok:
- Rombongan Rp400 ribu – Rp3 juta.
- Sekali jalan ke beberapa makam.
Dampak ekonomi:
- Didukung wisata susur sungai.
- Pedagang kembang & jajanan kebanjiran pembeli.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief