Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Banjarmasin Pawai Ogoh-Ogoh

Zulvan Rahmatan • Kamis, 19 Maret 2026 | 11:33 WIB

PERAYAAN: Ratusan umat Hindu di Banjarmasin melakukan Pawai Ogoh-Ogoh yang diarak keliling mulai dari Pura Agung Jagat Natha Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur.
PERAYAAN: Ratusan umat Hindu di Banjarmasin melakukan Pawai Ogoh-Ogoh yang diarak keliling mulai dari Pura Agung Jagat Natha Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur.

BANJARMASIN - Ratusan umat Hindu di Kota Banjarmasin menggelar Pawai Ogoh-Ogoh sebagai bagian dari rangkaian perayaan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (18/3). Arak-arakan ogoh-ogoh dimulai dari Pura Agung Jagat Natha di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur. Kemudian berkeliling kawasan sekitar sebelum kembali ke pura.

Tradisi ini sarat makna spiritual. Ogoh-Ogoh melambangkan Bhuta Kala, yakni kekuatan negatif atau sifat buruk yang harus disucikan sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

Sebelum pawai, umat Hindu terlebih dahulu melaksanakan upacara Mecaru. Ritual ini bertujuan menetralisir unsur-unsur negatif, baik dalam diri manusia maupun lingkungan, agar ibadah dapat berjalan khusyuk.

Ketua Pengurus Pura Agung Jagat Natha, I Wayan Karyana menjelaskan Mecaru merupakan bagian penting sebelum memasuki puncak upacara. “Semuanya dibersihkan, baik dari manusia maupun alam semesta agar tidak ada gangguan. Tawur Kesanga dilakukan setelah Mecaru,” ujarnya.

Upacara Tawur Agung Kesanga memiliki makna penyucian Jagat Bhuana Alit dan Bhuana Agung, berlandaskan konsep Tri Hita Karana—keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesama.

Setelah rangkaian tersebut, umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian saat Hari Raya Nyepi. Selama 24 jam, mulai pukul 06.00 hingga 06.00 keesokan harinya, umat menjalankan tapa brata dengan suasana hening total.

Tidak ada aktivitas, tidak menyalakan api atau lampu, tidak bepergian, serta menahan diri dari berbagai hiburan. Dalam keheningan itu, umat Hindu memusatkan diri pada introspeksi dan pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #nyepi #kota banjarmasin #hindu