Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ustaz Muhammad Zaki Mubarak: Alumni Mesir di Jantung HSS, Berdakwah Lewat Karya Tulis

M Padil Ihsan • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:46 WIB

Photo
Photo

KANDANGAN - Ustaz Muhammad Zaki Mubarak merupakan sosok ulama multitalenta yang mendedikasikan hidupnya sebagai pengajar di Pondok Pesantren Raudhatul Amin, Desa Gambah Dalam, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS. 

Di balik kesibukannya mengabdi di pesantren, ia juga dikenal luas sebagai seorang penulis buku yang produktif. Motivasi utamanya dalam melahirkan karya tulis didasari oleh niat mulia untuk mengejar keberkahan yang kekal. 

“Saya ingin mengambil fadhilat amal jariyah yang termasuk dalam tiga perkara yang tidak akan putus pahalanya walaupun orang itu sudah meninggal dunia, yaitu ilmu yang bermanfaat. Melalui buku ini, saya ingin meninggalkan jejak ilmu yang bisa terus memberikan manfaat bagi semua orang sampai kapanpun dan bisa menyebar luas,” jelasnya.

Dunia literasi sebenarnya bukan hal baru baginya, karena menulis telah menjadi hobi sejak masa menuntut ilmu di Madrasah Aliyah sekaligus pondok pesantren di Martapura pada rentang tahun 1999-2002. 

Bakat ini kemudian semakin terasah hingga ia berhasil menerbitkan karya perdana saat menempuh studi di perguruan tinggi di Mesir pada tahun 2004. Buku pertamanya tersebut diberi judul Kaidah-kaidah Bahasa Pasaran di Mesir.

“Pertama kali saya menulis buku, ketika menuntut ilmu di perguruan tinggi Mesir. Buku pertama berjudul Kaidah-kaidah Bahasa Pasaran di Mesir yang berisi kaidah percakapan sehari-hari di Mesir dengan Bahasa Arab,” terangnya.

Kehadiran buku ini ditujukan khusus untuk membantu para mahasiswa baru asal Indonesia agar lebih mudah beradaptasi dengan bahasa keseharian masyarakat setempat.

Selama menetap di Negeri Para Nabi tersebut, ia tidak berhenti berkarya dan melanjutkan menulis buku kedua yang bertajuk Cahaya Iman di Wajah Mereka. “Saya selanjutnya menulis buku yang berjudul Cahaya Iman di Wajah Mereka. Buku ini berisi kisah-kisah perjuangan dan dakwah para sahabat Nabi Muhammad Saw.,” ungkapnya.

Semangat menulis ini terus terjaga hingga tahun 2020, dengan karya terbarunya yang berjudul Sabar dan Ridha Resep Hidup Damai dan Bahagia. “Saya menulis buku tentang Sabar dan Ridha. Buku ini berisi tentang hikmah-hikmah serta keteladanan akhlak para ulama sufi dari berbagai zaman, yang masih relevan hingga sekarang,” imbuhnya.

Meski aktif menulis, aspek komersial dan distribusi buku-buku tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak profesional. “Untuk penjualan buku-buku ini dikelola sepenuhnya oleh tim penerbit, yang mana saya menerima bagian atas hak royalti,” terangnya.

Saat ini, selain mengajar di pondok pesantren, sosok inspiratif ini juga aktif mengemban amanah sebagai dosen pengajar di Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan. Ia juga rutin mengisi tausiah di berbagai majelis, membuktikan dedikasinya yang tanpa henti dalam menyebarkan syiar Islam baik melalui lisan maupun tulisan.

Ustaz Muhammad Zaki Mubarak tetap memiliki semangat yang membara untuk terus memperkaya khazanah literasi Islam melalui karya-karya terbarunya. Meskipun kesibukannya sebagai pengajar dan pendakwah sangat padat, keinginan untuk melahirkan buku baru selalu ada dalam benak beliau. 

Ia mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki rencana besar untuk kembali menulis buku, walaupun rencana tersebut saat ini masih dalam proses pematangan dan belum sempat terealisasi sepenuhnya. “Saya masih berencana untuk menulis buku lagi, meskipun untuk saat ini memang belum terealisasi,” bebernya.

Sebagai seorang pendidik di Pondok Pesantren Raudhatul Amin dan dosen di IAI Darul Ulum Kandangan, ia menyadari bahwa tulisan adalah sarana dakwah yang bisa menembus batas ruang dan waktu.

Meski di tengah rutinitas mengajar dan mengisi tausiyah di berbagai majelis, niat untuk menyusun naskah baru tetap dijaga agar kelak bisa menjadi warisan ilmu yang bermanfaat bagi umat, sebagaimana buku-buku sebelumnya yang telah memberikan kontribusi nyata bagi para penuntut ilmu.

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#kalimantan selatan #hulu sungai selatan #Ulama Kalsel #Kandangan #Literasi Kalsel