Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ustaz Diny Mahdani: Tulis 5 Buku Akidah, Dakwah Lewat Literasi di HSS

M Padil Ihsan • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:51 WIB

Photo
Photo

KANDANGAN – Nama Diny Mahdany, ulama sekaligus akademisi asal Hulu Sungai Selatan (HSS), kian dikenal sebagai sosok yang konsisten menorehkan jejak literasi Islam. Pimpinan Majelis Ta’lim Darussholihin di Jalan Banyu Barau ini memandang aktivitas menulis bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah misi spiritual untuk meneruskan warisan para ulama terdahulu.

Sejak kecil, Diny telah akrab dengan dunia tulis-menulis. Baginya, menulis adalah bagian dari sunah Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana menjaga ilmu agar tidak terkubur bersama jasad pemiliknya. “Menulis ini memang hobi saya sejak kecil yang merupakan sebagian daripada sunah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Hingga kini, Diny Mahdany telah melahirkan lima buku yang mayoritas berfokus pada persoalan akidah. Karya-karya tersebut antara lain, Telur Ayam Jantan Liberalisme, Sejarah Hitam Kaum Wahabi, Perbandingan Pendidikan Islam di Asia Tenggara, Bunga Rampai Ahlussunnah Wal Jama’ah, hingga Asy’ariyah Maturidiyah Penerka Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Perjalanan kepenulisannya dimulai saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Bangil, Jawa Timur (2005–2011). Dari tugas menerjemahkan kitab Fitnatul Wahabiyah, ia mengembangkan analisis mendalam hingga lahirlah buku Sejarah Hitam Kaum Wahabi.

Selain buku, lebih dari sepuluh jurnal ilmiah telah ia susun dengan konsentrasi pada pemikiran pendidikan Islam. Di antara seluruh karyanya, Bunga Rampai Ahlussunnah Wal Jama’ah menjadi yang paling diminati masyarakat karena membahas secara komprehensif pemikiran Imam Asy’ari dan Imam Maturidi.

“Buku Bunga Rampai Ahlussunnah Wal Jamaah ini membahas tentang duduk persoalan di dalam Ilmu Tauhid, sehingga kemudian Ahlussunnah Wal Jamaah menisbahkan mazhabnya kepada Asy'ariyah Maturidiyah,” terangnya.

Sebagai Wakil Rektor II IAI Darul Ulum Kandangan, Diny Mahdany tetap aktif mengembangkan kajian tauhid dan pendidikan Islam. Meski memiliki nilai intelektual tinggi, buku-buku karyanya tidak dikomersialkan secara luas, melainkan lebih banyak beredar di kalangan pesantren dan kampus.

Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Nahdlatul Ulama HSS dan Tim Tenaga Ahli Bupati, Diny Mahdany tetap membuktikan bahwa peran sebagai ulama dan pejabat publik tidak menghalangi langkahnya untuk terus mewarnai dunia literasi Islam di Bumi Antaludin.

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: OScar Fraby

 

Editor : Arief
#kalimantan selatan #hulu sungai selatan #Ulama Kalsel #Kandangan #Literasi Kalsel