RANTAU – Semangat berbagi di bulan suci kembali terasa hangat di Kabupaten Tapin. Ketua BAZNAS Tapin, Noor Ifansyah, memastikan program pembagian Paket Ramadan tahun ini resmi diluncurkan, dengan total 1.600 paket sembako yang akan disalurkan ke 12 kecamatan.
Peluncuran perdana dipusatkan di Tapin Utara. Secara simbolis, paket diserahkan langsung oleh Bupati Tapin, H Yamani, kepada para tukang becak.
Sebanyak 200 paket sembako disiapkan khusus untuk mereka yang setiap hari menggantungkan hidup dari kayuhan roda di tengah terik dan hujan.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah paket meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau dulu 1.200 paket, sekarang menjadi 1.600 paket,” ujar Noor Ifansyah, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, seluruh paket akan disebar merata ke 12 kecamatan di Kabupaten Tapin. Rata-rata setiap kecamatan menerima sekitar 75 paket.
Namun ada pengecualian untuk Kecamatan Piani dan Kecamatan Binuang yang mendapatkan alokasi lebih banyak.
“Di Piani dan Binuang jumlahnya lebih karena di sana banyak saudara-saudara kita mualaf yang juga menjadi perhatian khusus,” jelasnya.
Adapun penerima manfaat program ini meliputi masyarakat kurang mampu, para mualaf, serta kelompok lain yang dinilai layak menerima bantuan.
Penyaluran dilakukan bertahap agar tepat sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Momentum Ramadan, lanjutnya, bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kesempatan memperkuat solidaritas sosial. BAZNAS Tapin ingin memastikan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat kembali ke masyarakat dalam bentuk yang nyata dan dirasakan langsung manfaatnya.
“Semoga paket yang dibagikan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan, meringankan beban, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” harap Noor Ifansyah.
Sementara itu, Bupati H Yamani dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS Tapin dalam menghadirkan program-program sosial yang menyentuh lapisan bawah.
Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi salah satu kunci menjaga kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat.
Editor : Arif Subekti