Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

KH Mohcjar Dahri, Ulama Kandangan yang Wakafkan Ilmu Lewat Karya Gratis

M Padil Ihsan • Senin, 23 Februari 2026 | 10:38 WIB

 

Photo
Photo

KANDANGAN – Nama KH. Mochjar Dahri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Lahir di Kandangan pada 17 April 1953, sosok ulama kharismatik ini telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pengembangan pendidikan Islam dan dakwah di tanah kelahirannya.

Mochjar Dahri adalah sosok sentral di balik berdirinya Yayasan Ibnu Mas'ud sejak tahun 1990 di Kecamatan Sungai Raya, sebuah lembaga yang kini menaungi Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud Putra dan Putri. 

Perjalanan hidupnya sangat inspiratif, karena dimulai dari pendidikan umum hingga sempat di bidang pelayaran, sebelum akhirnya menempuh jalan agama. Ia menceritakan, bahwa setelah menamatkan SMA sempat masuk di akademi pelayaran namun tidak sampai selesai. 

 

“Dari kecil sekolah umum, dari TK, terus ke SD, lanjut SMA, setelah SMA itu sempat masuk di akademi pelayaran, namun tidak sampai selesai. Akhirnya bekerja di Daha Selatan, saat di Daha Selatan itu, mendapat petunjuk untuk memperdalam agama Islam dengan berguru ke ulama yang ada di Banjarmasin dan di Kandangan,” ceritanya.

Langkah pencarian ilmu tersebut membawanya ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo pada tahun 1978 hingga lulus dari Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) pada tahun 1982. 

Selama sembilan tahun di sana, ia tidak hanya belajar tetapi juga dipercaya mengajar sembari menempuh pendidikan di Institut Pendidikan Darussalam Gontor pada Fakultas Ushuluddin hingga meraih gelar Bachelor of Arts (BA) pada tahun 1987. 

Sekembalinya ke Kandangan untuk memulai dakwah, pada tahun 1990, Mochjar bersama rekan-rekan alumni Gontor lainnya mendirikan Yayasan Ibnu Mas'ud sebagai wadah pengabdian. Kepemimpinannya di pesantren ini berlangsung cukup lama.

“Aku dulu sempat diangkat menjadi pimpinan Pondok Ibnu Mas'ud Putra pada 1997-2017 lalu diangkat menjadi pembina Yayasan hingga sekarang,” terangnya.

Selain berkiprah di dunia pesantren, KH. Mochjar Dahri dikenal sebagai penulis yang produktif. Bermula dari tugas akhir kuliahnya. 

“Jadi penulis ini dimulai dari hasil skripsi yang berjudul Pengaruh Tasawuf dalam Kehidupan Muslim, yang kemudian ditulis kembali menjadi sebuah buku,” ungkapnya.

Bantuan rekan yang ahli dalam penyuntingan, akhirnya melahirkan banyak karya secara lengkap. Yakni Pengaruh Tasawuf dalam Kehidupan Muslim, Bungai Rampai Penyelamat Akidah, Alquran Tematik, Risalah Zakat, Dalailun Nubuwwah, Petunjuk Menuju Kesuksesan, Suluh Penerang Khutbah Pilihan, Aqaidul Iman, Do'a dan Zikir Haji dan Umrah, serta Tafsir Juz Amma.

Namun, yang paling mengagumkan adalah prinsipnya yang tidak pernah mengomersialkan ilmu tersebut.

“Untuk buku-buku ini tidak pernah dijual. Namun, dibagikan secara gratis. Ada orang biasanya memberi sebagai bentuk hadiah. Hadiah dari orang tersebut lalu digunakan untuk mencetak buku, dan dibagikan lagi secara gratis,” imbuhnya.

Kiprah KH. Mochjar Dahri juga meluas ke berbagai posisi penting dalam pelayanan publik dan umat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten HSS periode 2013-2018, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Komisioner KPUD HSS, Dewan Pengawas PDAM, Ketua Dewan Pengawas Syariah RSUD Hassan Basry, hingga Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS HSS. 

Seluruh perjalanan hidupnya mencerminkan dedikasi yang utuh antara ilmu agama, kepemimpinan organisasi, dan pengabdian masyarakat.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#umat #hulu sungai selatan #Ulama #Literasi