KANDANGAN - Memasuki bulan suci Ramadan, para pedagang Bilungka Langkang di kawasan Kandangan, Hulu Sungai Selatan, mulai kebanjiran rezeki.
Buah khas Kalimantan Selatan ini menjadi primadona yang paling diburu masyarakat setempat sebagai bahan utama pembuatan es buah segar untuk hidangan berbuka puasa.
Salah satu penjual buah di Kandangan, Iris, mengakui bahwa buah Bilungka Langkang memiliki daya tarik istimewa yang puncaknya selalu terjadi di bulan suci.
"Bilungka Langkang ini memang banyak laku saat bulan Ramadan dibanding bulan-bulan lainnya," ujar Iris saat menjelaskan tren permintaan pasar yang melonjak tajam.
Tingginya minat masyarakat ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pendapatan para pedagang musiman.
Iris mengungkapkan rasa syukurnya karena omset yang didapat selama bulan puasa ini jauh melampaui hari-hari biasanya. "Syukur Alhamdulillah, saat bulan puasa ini hasil penjualan Bilungka Langkang sangat meningkat", ungkapnya dengan penuh syukur.
Terkait harga, Bilungka Langkang dipasarkan dengan variasi yang cukup beragam tergantung ukurannya. Masyarakat dapat membawa pulang buah ini mulai dari harga Rp5.000 untuk ukuran paling kecil, hingga mencapai Rp60.000 per biji untuk ukuran yang paling besar.
Dengan ketersediaan stok yang melimpah dan minat yang terus stabil, Bilungka Langkang diprediksi akan tetap menjadi menu wajib di meja makan warga Hulu Sungai Selatan hingga penghujung Ramadan nanti.
Editor : Arif Subekti