BANJARMASIN - Warga Muhammadiyah menggelar Salat Tarawih perdana, menandai dimulainya bulan Ramadan 1447 H. Salah satunya di Masjid Al Jihad Banjarmasin, di Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin Tengah, Selasa (17/2) malam.
Sejak magrib, jemaah mulai ramai berdatangan ke salah satu ikon Masjid Muhammadiyah di Banjarmasin ini. “Kami perkirakan jumlah jemaah malam pertama Salat Tarawih tahun ini tidak kurang 2.000 orang,” sebut Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin, Taufik Hidayat.
Salah seorang jemaah, Nizar mengaku sudah bersiap sejak siang mengikuti Salat Tarawih di Masjid Al Jihad. Ia sendiri adalah jemaah tetap masjid ini. “Kalau berjemaah pasti selalu ke sini, tak hanya tarawih,” tuturnya.
Seperti diketahui, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan 1447 H, pada Rabu, (18/2) hari ini. Penetapan tersebut tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.
Penetapan ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai metode baru yang kini menjadi acuan resmi Muhammadiyah. Ini menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.
Sementara, pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, (19/2) lusa. Penetapan awal Ramadan ini diputuskan dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2). “Secara hisab, data hilal hari ini (kemarin, red) tidak memenuhi kriteria hilal MABIMS. Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers seusai sidang isbat.
Sisi lain, pada pantauan hilal yang dilakukan Kanwil Kemenag Kalsel dari atas Gedung Amanah Medical Center, Jalan MT. Haryono, Banjarmasin Tengah, Selasa (17/2) petang, kondisi hilal dipastikan berada di bawah ufuk pada saat matahari terbenam.
Berdasarkan rilis kriteria imkanur rukyat, data hisab dari Kanwil Kemenag Kalsel menetapkan posisi bulan menunjukkan angka minus. Tepatnya Minus 1 derjat 09 menit dan 11 detik (di bawah ufuk) untuk tinggi bulan hakiki dan minus 1 derajat 06 menit dan 14 detik untuk tinggi bulan mar’i.
Sementara itu, posisi matahari terbenam pukul 18.37 Wita. Namun, ijtima baru terjadi pada pukul 20.01 Wita malam ini. Elongasi geosentris berada di angka 1 derajat 11 menit 45 detik. Dengan itu, hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, belum memenuhi kriteria MABIMS. “Untuk Kalsel pemantauan hilal tidak terlihat, tidak bisa muncul dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin.
Dipercaya tempatnya dipakai untuk pemantauan hilal tahun ini, Wakil Direktur Umum dan Keuangan, RS Amanah Medical Center, Hestri Diah Rokhmani mengaku senang. Menurutnya, sebagai penunjang kegiatan pemerintah, sudah selayaknya dukungan ini diberikan. “Kami sangat senang dan merasa terhormat,” ujarnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief