KANDANGAN - Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana persiapan di berbagai masjid dan langgar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai terasa lebih terarah.
Hal ini menyusul langkah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang mengeluarkan panduan resmi melalui surat himbauan nomor 09/PD-DMI-HSS/II/2026 tertanggal (16/02/2026).
Fokus utama dari gerakan ini adalah memastikan setiap rumah ibadah menjadi pusat kegiatan yang positif, mulai dari aktivitas tadarus hingga pengelolaan zakat melalui badan resmi seperti BAZNAS Kabupaten HSS.
Aspek harmonisasi sosial di tengah masyarakat juga menjadi poin krusial yang ditekankan oleh DMI HSS, terutama mengenai teknis penggunaan pengeras suara dan tradisi membangunkan sahur agar tetap mengedepankan etika dan kesantunan.
Ketua DMI HSS, H. Muhammad Thaha, menginstruksikan agar para pengelola masjid dan relawan dapat menyesuaikan kegiatan tersebut dengan kondisi lingkungan setempat.
"Bagi yang melaksanakan bagarakan sahur agar menyampaikannya dengan santun dengan batas waktu yang disepakati dilingkungan masing-masing," tegas Thaha.
Perhatian DMI HSS juga meluas hingga ke aspek pelayanan bagi para musafir, terutama pada titik-titik rumah ibadah yang berada di sepanjang jalur trans Kalimantan.
Pengelola masjid diminta menyediakan fasilitas penunjang yang layak seperti tempat wudu dan toilet yang bersih demi kenyamanan publik.
Sebagai penutup, Muhammad Thaha berharap masjid dan langgar dapat bertransformasi menjadi ruang silaturahmi yang nyaman bagi semua kalangan.
"Mari kita jadikan masjid/Langgar menjadi tempat yang dirindukan oleh kaum muslimin dan muslimat," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti