BANJARMASIN — Kompleks wisata religi Kubah Guru Zuhdi di Jalan Belakang Masjid Jami, Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara, mulai dipadati peziarah. Padahal masih hari kerja seperti Senin (/9/2) kemarin.
Pantauan Radar Banjarmasin, arus peziarah terlihat datang silih berganti. Sebagian memilih beristirahat di kawasan sekitar kubah. Sementara lainnya singgah di lapak pedagang yang berjajar menuju lokasi.
Peningkatan kunjungan ini terjadi menjelang pelaksanaan Haul Guru Zuhdi ke-6 yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (14/2) nanti. Antusiasme peziarah terlihat lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Kondisi tersebut turut dirasakan para pedagang. Marzuki menyebut pengunjung meningkat signifikan, terutama menjelang akhir pekan. “Kalau momen seperti itu memang ada penghasilan yang lumayan berlipat,” ujar pedagang aksesori dan pakaian muslim di sekitar kubah itu.
Ia menyebut, peziarah lebih banyak membeli pakaian muslim dibandingkan aksesori. Produk yang paling diminati antara lain kopiah, baju, dan sorban. Tak hanya warga Banjarmasin, peziarah juga datang dari luar Kalimantan Selatan, seperti Sampit, Palangka Raya, Berau, hingga Samarinda.
Hal serupa diungkapkan Fatimah, pedagang oleh-oleh yang lapaknya berada dekat kawasan kubah. Menurutnya, lonjakan pengunjung kini terjadi hampir setiap hari. “Akhir-akhir ini menjelang haul memang sedang ramai,” sebutnya.
Warga setempat, Adi juga membenarkan adanya peningkatan jumlah peziarah dalam beberapa hari terakhir. “Sekarang sudah tidak terlalu sepi. Ada saja yang datang silih berganti,” ungkapnya.
Sebelumnya, panitia haul memastikan persiapan utama hampir rampung. Jumlah jemaah diperkirakan mencapai sekitar satu juta orang dari berbagai daerah. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, area pelaksanaan dibagi ke dalam sembilan zona.
Sekadar diketahui, Almarhum Guru Zuhdi atau KH Zuhdianoor dikenal sebagai ulama kharismatik di Banjarmasin. Semasa hidup, pengajian rutinnya selalu dipadati jemaah. Tak heran, peringatan haulnya setiap tahun menjadi momen yang dinantikan masyarakat Banua dan peziarah dari luar daerah.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief